BANDAR LAMPUNG — Sebagai upaya konkret dalam merespons dinamika dan tantangan pendidikan tinggi modern, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar acara Sosialisasi dan Diseminasi hasil Training of Trainers (TOT) Pembelajaran Transformatif. Kegiatan yang ditujukan untuk mendorong perubahan paradigma dosen dan memperkuat pembelajaran berdampak di perguruan tinggi ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Ruang Dosen C2.3.
Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen dari lingkungan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Yanuar Dwi Prastyo, M.A., Ph.D., yang bertindak sebagai pemateri utama. Sebagai peserta program TOT Pembelajaran Transformatif tingkat nasional, ia memegang tanggung jawab untuk melakukan diseminasi pengetahuan, kerangka kerja, dan praktik baik yang didapatkannya kepada rekan-rekan sejawat di FKIP Unila.
Kegiatan diseminasi ini merupakan bagian integral dari strategi institusi dalam upaya penguatan kapasitas dosen. Penerapan pendekatan pembelajaran transformatif di tingkat perguruan tinggi dinilai sangat krusial sebagai fondasi utama guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa pendekatan transformatif ini tidak hanya menyasar pada pencapaian kognitif akademis semata. Lebih jauh, metode ini difokuskan pada pengembangan karakter mahasiswa secara komprehensif, serta penguatan kompetensi abad ke-21. Kompetensi ini mencakup kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja saat ini.
Diskusi dan tukar gagasan yang berlangsung di Ruang Dosen C2.3 ini diharapkan menjadi katalisator bagi para dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni untuk segera mengimplementasikan paradigma baru tersebut di dalam ruang kelas. Langkah progresif ini menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem akademik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil (outcome-based education).
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unila, Dr. Sumarti, M.Hum., menyatakan dukungan penuhnya terhadap diseminasi ini. Menurutnya, perubahan paradigma mengajar di kalangan dosen adalah hal mutlak agar institusi tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Pembelajaran di bidang bahasa dan seni harus bergerak dinamis. Pendekatan transformatif ini menjadi momentum penting bagi para dosen di jurusan kami untuk merefleksikan kembali metode pengajaran mereka. Kita ingin memastikan bahwa setiap perkuliahan tidak lagi sekadar transfer ilmu, tetapi mampu memberikan dampak nyata (impactful learning) pada pembentukan karakter mahasiswa serta kesiapan mereka menghadapi dunia kerja,” ujar Dr. Sumarti di sela-sela kegiatan.



