Bandar Lampung – Inovasi dalam dunia pendidikan terus digalakkan oleh mahasiswa Universitas Lampung melalui program pengabdian masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP Unila dari Desa Gunung Terang sukses menyelenggarakan program bertajuk “Dinding Berbicara” di SMP Muhammadiyah 2 Bandar Lampung pada Kamis, 5 Februari 2026.
Program ini dirancang khusus untuk menghidupkan kembali minat diskusi dan budaya literasi siswa melalui optimalisasi peran Majalah Dinding (mading) di lingkungan sekolah.


Membangun Budaya Literasi yang Inovatif
Kegiatan ini tidak hanya sekadar sosialisasi, namun merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung sistem pendidikan yang lebih aplikatif dan kreatif. Agenda diawali dengan sesi pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Nur Irwansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, yang didampingi oleh rekan sekelompoknya.
Poin-poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut meliputi:
- Media Ekspresi: Mading diposisikan sebagai wadah utama bagi siswa untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
- Sarana Komunikasi: Mengoptimalkan mading sebagai jembatan informasi dan diskusi antarwarga sekolah.
- Pengembangan Literasi: Mendorong siswa untuk aktif menulis dan membaca melalui konten-konten yang relevan.
Untuk memastikan pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan praktik singkat dalam mendesain majalah dinding. Pada sesi ini, para siswa terlibat aktif dalam beberapa tahapan penting, di antaranya:
- Penentuan Tema: Menentukan fokus utama konten mading agar tetap edukatif.
- Tata Letak (Layout): Mempelajari cara menyusun elemen visual agar menarik untuk dibaca.
- Pemilihan Konten: Menyeleksi tulisan atau karya yang informatif serta menghibur.
Agar suasana belajar tetap menyenangkan, tim mahasiswa juga menyelipkan games edukatif dan sesi pengonsepan kelompok yang menuntut kerja sama serta kreativitas tinggi dari setiap peserta.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Program “Dinding Berbicara” ini mendapatkan apresiasi tinggi dan respon positif, baik dari pihak sekolah maupun para siswa SMP Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu menuangkan pendapat dan gagasan mereka secara lebih sistematis, baik dalam bentuk tulisan maupun visual.
Kedepannya, inisiatif ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari saja, melainkan menjadi sarana berkelanjutan untuk memupuk budaya literasi dan daya kritis siswa di masa depan.



