BANDAR LAMPUNG — Realitas kehidupan sosial kembali menjadi sumber inspirasi tak terbatas bagi dunia seni pertunjukan. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses mementaskan sebuah karya tari kontemporer bertajuk “Bongkah” pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 15.30 WIB.
Pertunjukan ini digelarluar sebagai rangkaian agenda Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Koreografi Non-Tradisi. Melalui karya ini, para mahasiswa angkatan muda tersebut mencoba mendobrak batasan sekat ruang tari konvensional dengan membawa narasi kaum pekerja kasar ke atas panggung gerak.



Karya koreografi “Bongkah” secara khusus menangkap dan menginterpretasikan pengalaman sehari-hari para kuli bangunan. Aktivitas berat yang selama ini dipandang sebelah mata dieksplorasi secara mendalam oleh para mahasiswa, baik dari dimensi ketahanan fisik, dinamika interaksi sosial, hingga pergolakan emosional yang mereka rasakan saat mengais rezeki.
Dari sudut pandang seni pertunjukan, ritme kerja buruh bangunan—mulai dari mengaduk semen, menyusun bata, hingga memikul beban berat—ternyata tidak sekadar melibatkan teknik pertukangan. Di tangan para mahasiswa Pendidikan Tari Unila, gerakan-gerakan fungsional tersebut dtranslasi secara kreatif menjadi gerak simbolis yang memiliki nilai estetika tinggi, ekspresif, dan bertenaga.
Mata kuliah Koreografi Non-Tradisi ini memang dirancang untuk menantang mahasiswa keluar dari zona nyaman struktur tari klasik atau tradisional. Mereka dituntut untuk kritis membaca fenomena di sekeliling mereka dan menuangkannya ke dalam bahasa gerak baru yang segar dan relevan dengan kondisi zaman.
Pementasan “Bongkah” menjadi bukti nyata bagaimana proses perkuliahan di FKIP Unila mampu mengintegrasikan teori seni dengan empati sosial. Melalui tubuh-tubuh yang bergerak dinamis, mahasiswa tidak hanya menyajikan tontonan yang menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan reflektif tentang kerja keras, martabat kemanusiaan, dan keindahan yang tersembunyi di balik peluh para pekerja bangunan.



