BANDAR LAMPUNG — Program Studi Magister (S2) Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) resmi menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi. Kegiatan krusial yang dipusatkan di Ruang Sidang Gedung A FKIP Unila ini berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026.
Bagi Magister Pendidikan Fisika, asesmen ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen program studi terhadap kualitas akademik, tata kelola pendidikan, serta penguatan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun internasional.



Proses visitasi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T. Pada akreditasi kali ini, Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) menghadirkan dua asesor, yaitu Dr. Duden Saipuzzaman, M.Pd., M.Si. (Universitas Pendidikan Indonesia) bertindak sebagai Asesor 1, dan Prof. Dr. Ida Sriyanti, S.Pd., M.Si. (Universitas Sriwijaya) sebagai Asesor 2.
Hadir mendampingi proses asesmen di antaranya Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd., jajaran wakil dekan FKIP, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Ketua Jurusan Pendidikan MIPA, Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Fisika, serta jajaran dosen penjamin mutu internal.


Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Suripto Dwi Yuwono menegaskan bahwa peningkatan mutu akademik merupakan agenda berkelanjutan yang terus diperkuat oleh Unila. Dirinya memaparkan sejumlah data indikator kinerja akademik yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu capaian yang disorot adalah tingkat Kelulusan Tepat Waktu (KTW). Pada program sarjana (S1), angka KTW meningkat dari 51,2 persen pada tahun 2022 menjadi 53,15 persen pada tahun 2025. Per Mei 2026, progres capaian tahun berjalan telah menyentuh angka 18,87 persen.
Sementara itu, pada jenjang magister (S2), KTW pada tahun 2025 tercatat sebesar 49,27 persen, dan pergerakan positif kembali terlihat di tahun 2026 dengan progres sementara sebesar 24,33 persen.
Suripto menambahkan, perluasan capaian akreditasi berstatus “Unggul” dan pengakuan internasional terus digenjot. Hingga tahun 2025, Unila secara total telah memiliki 62 program studi terakreditasi Unggul dan 32 program studi yang sukses memperoleh akreditasi internasional.
Di tingkat fakultas, FKIP menunjukkan performa solid. Dari total 31 program studi yang dikelola, sebanyak 16 program studi telah mengantongi akreditasi Unggul dan empat program studi berhasil meraih sertifikasi internasional dari lembaga ASIIN.
Kemajuan juga terlihat di sektor hilirisasi riset. Di bidang publikasi ilmiah, Unila saat ini mengelola 118 jurnal yang terindeks SINTA 1 hingga Sinta 6, termasuk beberapa instrumen yang sedang dalam proses pengajuan akreditasi. Nilai tawar akademik Unila di kancah global pun diperkuat dengan adanya lima jurnal ilmiah yang telah menembus indeksasi Scopus.
Melalui serangkaian pengujian dokumen dan verifikasi faktual dalam asesmen lapangan ini, pihak universitas menaruh harapan besar agar Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Unila dapat meraih predikat Akreditasi Unggul.
“Mudah-mudahan asesmen lapangan hari ini menjadi ikhtiar terbaik FKIP, khususnya Program Studi Magister Pendidikan Fisika, untuk meraih dan mempertahankan predikat Unggul. Terima kasih atas seluruh upaya dan kerja keras yang telah dilakukan Bapak/Ibu dalam mempersiapkan asesmen ini,” ujar Suripto dalam pidatonya.
Bagi institusi, pelaksanaan asesmen lapangan bukan sekadar pemenuhan beban administratif reguler atau sarana evaluasi periodik. Proses ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) besar Unila dalam membangun budaya mutu (quality culture) yang mengakar kuat.
Melalui penguatan kualitas tata kelola akademik ini, Magister Pendidikan Fisika diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya untuk melahirkan pendidik, peneliti, serta akademisi sains yang berkualitas tinggi dan relevan dengan tantangan zaman.



