Malaysia – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat langkah internasionalisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan fakultas yang unggul dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Academic Visit and Strategic Academic Collaboration yang dilaksanakan di Fakulti Pendidikan, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kegiatan ini merupakan implementasi komitmen Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M. Pd, dalam mendorong penguatan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta mobilitas akademik dosen dan mahasiswa. Upaya tersebut didukung penuh oleh jajaran pimpinan fakultas, yakni Dr. Riswandi, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, serta Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.



Melalui program internasionalisasi yang berkelanjutan, FKIP Unila berupaya memperluas jejaring akademik global, meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset, serta memperkuat reputasi institusi dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata FKIP Unila dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan global antarperguruan tinggi. Kunjungan akademik tersebut dipimpin oleh Dr. Sheren Dwi Oktaria, M.Pd., selaku Ketua Tim World University Rankings (WUR) Times Higher Education (THE) dan QS FKIP Unila. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Tim WUR THE QS FKIP Unila yang secara aktif mengembangkan kolaborasi internasional sebagai strategi peningkatan reputasi dan visibilitas akademik fakultas di tingkat global.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sheren, yang juga merupakan dosen Program Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila, hadir bersama Dr. Rabiyatul Adawiyah Siregar, anggota Tim WUR THE QS FKIP Unila sekaligus dosen Program Studi Doktor Pendidikan. Rombongan FKIP Unila diterima langsung oleh jajaran pimpinan Fakulti Pendidikan UiTM, yaitu Assoc. Prof. Dr. Shireena Basree Abdul Rahman selaku Dean Faculty of Education, Dr. Nurul Akmal Md Nasir selaku Deputy Dean (Academic Affairs), serta Prof. Dr. Johan @ Eddy Luaran selaku Deputy Dean (Research and Industry Linkages).


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus pada pengembangan berbagai program kolaborasi akademik yang dapat segera diimplementasikan oleh kedua institusi. Dalam diskusi bersama Dr. Nurul Akmal Md Nasir, pembahasan diarahkan pada penguatan kerja sama akademik dan mobilitas mahasiswa melalui program student exchange. Kedua institusi menjajaki pelaksanaan program pertukaran mahasiswa dengan durasi tiga bulan dan satu semester yang disesuaikan dengan kurikulum masing-masing program studi. Program student exchange untuk jenjang sarjana (bachelor degree) direncanakan dilaksanakan secara luring (offline) sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik dan budaya secara langsung di negara mitra. Sementara itu, untuk jenjang magister (master degree) dan doktoral (postgraduate studies), program pertukaran akademik dirancang dapat dilaksanakan secara daring (online) guna memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi mahasiswa dan dosen dari kedua universitas. Selain membahas mobilitas mahasiswa, kedua institusi juga mengembangkan peluang kerja sama dalam bidang collaborative teaching yang saat ini telah berjalan. Program ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan dosen internasional dalam proses pembelajaran serta mendorong penguatan kompetensi global sivitas akademika.
Sementara itu, bersama Prof. Dr. Johan @ Eddy Luaran, diskusi difokuskan pada penguatan kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan jejaring akademik dan industri. Kedua pihak sepakat bahwa kerja sama riset dan publikasi bersama akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan dampak akademik dan visibilitas internasional kedua institusi. Salah satu agenda strategis yang turut dibahas adalah peluang penyelenggaraan konferensi internasional secara bersama (co-host conference). Fakulti Pendidikan UiTM dijajaki untuk terlibat sebagai mitra dalam penyelenggaraan International Conference on University Learning and Teaching (INCULT) 2026 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026 serta 7th International Conference on Progressive Education (ICOPE) 2026 yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Informasi mengenai INCULT 2026 dapat diakses melalui https://incult.uitm.edu.my/, sedangkan informasi mengenai ICOPE 2026 dapat diakses melalui https://icope.fkip.unila.ac.id/. Kedua konferensi internasional tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi global yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk berbagi inovasi, hasil penelitian, serta praktik baik dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut diperkuat oleh kehadiran akademisi dari Program Studi Magister Pendidikan IPA FKIP Unila, yaitu Prof. Dr. Neni Hasnunidah, M.Si. selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan IPA, Prof. Dr. Chansyanah, M.Si., Prof. Dr. Kartini Herlina, M.Si., dan Dr. M. Setya Rini, M.Si. Kehadiran para akademisi tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi pembelajaran, serta pengembangan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Melalui kegiatan Academic Visit and Strategic Academic Collaboration ini, FKIP Universitas Lampung semakin menegaskan komitmennya untuk membangun jejaring global yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Fakulti Pendidikan UiTM Malaysia diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pengalaman internasional mahasiswa dan dosen, memperkuat kolaborasi riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga pada penciptaan ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat SDGs untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua.



