Johor Bahru – Semangat pengabdian mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (UNILA) tidak hanya bergema di tanah air, tetapi juga meluas hingga ke negara tetangga. Sebanyak 16 mahasiswa Program Student Exchange FKIP UNILA turut ambil bagian sebagai relawan (volunteer) dalam perhelatan besar Program i-NICE 2025: Merayakan Neurodiversitas dan Meningkatkan Inklusivitas.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Kanak-kanak Autistik Islam Johor Bahru (PKAIJB) bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), bertempat di Toppen Shopping Centre, Johor Bahru.
Program i-NICE 2025 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai neurodiversitas serta memperkuat penerimaan dan partisipasi inklusif bagi komunitas autistik. Acara ini sukses menghimpun 415 peserta yang terdiri dari orang tua, pendamping, remaja, hingga anak-anak autistik.
Ketua PKAIJB sekaligus Pengarah Program, YBrs. Puan Siti Noraisikin Mohd Jazuli, menegaskan bahwa i-NICE 2025 dirancang sebagai wadah edukasi dan interaksi yang hangat. Rangkaian kegiatan meliputi forum diskusi, sesi berbagi ilmu, aktivitas interaktif, lokakarya kesadaran seksual, serta program ramah neurodivergen lainnya.



Kehadiran 16 mahasiswa FKIP UNILA bukan sekadar peserta peninjau, melainkan sebagai tim pendukung operasional yang turun langsung ke lapangan. Sebagai bentuk pengabdian internasional, mereka berperan aktif dalam:
- Mengelola stasiun aktivitas pembelajaran dan bermain.
- Mendampingi peserta dan mengarahkan alur kegiatan.
- Berinteraksi langsung dalam aktivitas sensori.
- Mendukung sesi edukasi kesadaran seksual untuk remaja berkebutuhan khusus.
Pihak penyelenggara memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mahasiswa UNILA. Mereka dinilai mampu memberikan energi positif dan membangun interaksi yang hangat dengan anak-anak neurodivergen beserta keluarganya, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan.
Keterlibatan dalam event sosial berskala internasional ini mencerminkan komitmen FKIP UNILA dalam membekali mahasiswanya dengan pengalaman global. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya serta memperdalam wawasan terkait isu neurodiversitas.



Bagi mahasiswa calon pendidik, pengalaman ini memberikan pembelajaran langsung mengenai bagaimana praktik pendidikan inklusif dijalankan oleh komunitas profesional dan organisasi sosial di Malaysia.
Turut hadir menyaksikan kegiatan ini adalah YBrs. Prof. Madya Dr. Aede Hatim Musta’amal (Wakil Dekan Penelitian, Inovasi, dan Pengembangan FSPT UTM) serta YBrs. Tuan Haji Mohd Bahrin Bakri (Kepala Pejabat Operasi Waqaf An-Nur Corporation Berhad dan Penasihat PKAIJB).
Partisipasi ini diharapkan dapat mempererat kerja sama akademik dan sosial antara FKIP UNILA dengan berbagai lembaga dan komunitas di Malaysia di masa mendatang.



