Bandar Lampung, Dalam menghadapi arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, pelestarian budaya lokal menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi bangsa Indonesia. Hal inilah yang mendorong tim dosen Universitas Lampung (Unila) untuk berinovasi melalui program “Menggali Kearifan Lokal dalam Digitalisasi Tata Busana Ke-Lampungan: Inovasi Seni Nusantara di Era Modern.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Rangga Firdaus, M.Kom., bersama tim kolaborasi lintas bidang yang terdiri atas Dr. Fitri Daryanti, M.Sn., Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., serta mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila. Program ini terselenggara atas dukungan hibah Pengabdian Seni Inovasi Nusantara bidang Sosial Humaniora dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Mitra kegiatan ini adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Anyelir Bandar Lampung, yang berperan sebagai wadah pembelajaran masyarakat dalam bidang keterampilan dan kewirausahaan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (10/11) dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan pegiat mode dan pelaku usaha kreatif lokal.
Program ini berfokus pada pelatihan penggunaan perangkat lunak desain busana serta eksplorasi elemen-elemen budaya tradisional Lampung, seperti tenun tapis dan songket, yang kemudian dipadukan dengan desain modern mengikuti tren fashion global.
Selain pengembangan keterampilan desain, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk busana Lampung melalui digitalisasi pemasaran. Para peserta dilatih untuk memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce sebagai saluran utama dalam promosi dan pemasaran produk mereka.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar secara nasional maupun internasional. Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah pemberdayaan peserta dalam menciptakan karya busana yang tidak hanya mengangkat identitas budaya Lampung, tetapi juga memiliki potensi komersial yang kuat di pasar global.
Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas desain busana, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lampung.
Puncak kegiatan ditandai dengan pameran seni busana, yang menampilkan karya-karya inovatif hasil pelatihan. Pameran ini menjadi ajang bagi peserta untuk memperkenalkan hasil karya mereka, perpaduan antara keindahan budaya tradisional dengan sentuhan desain kontemporer kepada publik.
Respons positif diberikan dari berbagai pihak terhadap penggabungan kearifan lokal dengan inovasi digital. Pimpinan PKBM Putri Anyelir, Mardiana Putri, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dr. Rangga Firdaus dan tim yang telah membawa perubahan signifikan dalam dunia busana kami,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Rangga Firdaus menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungan hibah dan kepercayaan yang diberikan.
“Melalui inovasi seni nusantara, kita kembangkan dan terapkan inovasi seni untuk memberikan dampak nyata di masyarakat, melestarikan ekosistem seni budaya lokal, dan memperkuat identitas bangsa,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Bayu Saputra menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan inovasi seni yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin agar inovasi seni tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui digitalisasi desain dan pemasaran busana berbasis budaya Lampung, kami berharap dapat memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Menurut Dr. Fitri Daryanti, yang berlatar belakang bidang seni dan desain, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi yang penting bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas berbasis kearifan lokal.
“Seni tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang makna dan identitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Lampung dapat hadir dalam karya yang modern tanpa kehilangan ruh tradisinya,” ujar Dr. Fitri.
Kolaborasi antara Unila dan PKBM Putri Anyelir ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan menghubungkan budaya lokal dengan peluang pasar global. Program ini menjadi langkah strategis dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah, sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang mampu menggabungkan kekayaan budaya tradisional dengan inovasi modern di kancah dunia (Eko).



