BANDAR LAMPUNG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat wawasan global mahasiswanya melalui pendekatan pembelajaran transformatif dan praktik nyata. Salah satunya diwujudkan melalui proyek kolaborasi internasional dalam mata kuliah Multiculturalism in Education yang diampu oleh Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D.


Proyek ini menjadi wadah kolaborasi akademik lintas negara dengan menggandeng pakar pendidikan internasional, Prof. Anna Bordanova, Ph.D., dari UMTE Russia yang juga merupakan salah satu Dosen International FKIP UNILA. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi langsung dari berbagai teori pendidikan multikultural yang telah didiskusikan oleh mahasiswa selama perkuliahan melalui pendekatan pembelajaran transformatif.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diajak untuk melampaui batasan ruang kelas dan mempraktikkan pemahaman mereka terhadap keberagaman budaya dalam dunia pendidikan. Proyek ini memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengenali, tetapi juga aktif mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai problematika pendidikan yang berkaitan dengan isu-isu multikultural.
Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D., mengungkapkan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap berbagai isu dan tantangan multibudaya dalam praktik kependidikan di sekitar mereka.
“Kami berharap melalui proyek ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan multikultural di lapangan. Target akhirnya adalah agar mereka dapat memberikan kontribusi nyata dan berdampak positif bagi masyarakat,” jelas Yanuar.
Dengan melibatkan Prof. Anna Bordanova, Ph.D. dari UMTE Russia, mahasiswa mendapatkan perspektif global mengenai bagaimana negara lain mengelola keberagaman di sekolah. Pertukaran ide ini memperkaya khazanah berpikir mahasiswa FKIP Unila dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.
Diharapkan, sinergi internasional seperti ini akan terus berlanjut di masa depan, memperluas jaringan akademik FKIP Unila, serta memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik yang berwawasan luas dan berjiwa sosial.
Kegiatan kolaborasi ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan investasi intelektual yang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan sadar akan isu-isu global. Melalui riset multibudaya, mahasiswa FKIP UNILA tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik mereka, tetapi juga menjadi aktor yang berkontribusi langsung pada pencapaian target SDGs melalui diplomasi pendidikan.



