Bandar Lampung, Jum’at, 24 April 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung bersama Unit Pelayanan Konseling Terpadu UPKT sukses menyelenggarakan “Training Center bertajuk Manajemen Konflik di Sekolah” yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Dalam kegiatan ini memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh sertifikat pendamping kelulusan. Mengingat peran mereka kelak sebagai guru, mahasiswa dibekali kecakapan untuk mengenali dan mengendalikan konflik agar tidak meluas, sekaligus mengubahnya menjadi hal yang berdampak positif. Wawasan dan pengalaman seputar penanganan konflik di lingkungan sekolah ini menjadi bekal krusial bagi para calon pendidik. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk membagikan materi pelatihan ini kepada rekan-rekan di program studinya sebagai langkah konkret dalam mengembangkan kapasitas diri.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP, Bapak Hermi Yanzi, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan mengenai tantangan nyata yang akan dihadapi lulusan di lapangan. Dalam dinamika sekolah, mahasiswa sebagai calon guru perlu memiliki kemampuan dasar yang kuat untuk mengidentifikasi potensi konflik sejak dini. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Unit Pelayanan Konseling Terpadu Ibu Shinta Mayasari, S. Psi., M. Psi., Psi., dan peserta kegiatan adalah mahasiswa dari berbagai program studi di FKIP Universitas Lampung.


Narasumber kegiatan ini yaitu Eva Canny, S. Psi., M. Ikom yang juga sebagai Sekretaris Yayasan Prakarya Internasional, dosen dan pakar komunikasi. Kegiatan UPKT yang dirancang khusus bagi para mahasiswa calon guru ini, termasuk ke dalam rangkaian kegiatan mahasiswa untuk memperoleh sertifikat pendamping sebagai syarat kelulusan. Pelatihan ini bertujuan agar para calon pendidik bisa mengelola konflik tersebut supaya tidak semakin membesar, atau bahkan sebaliknya, mampu mengelola dan mengubah konflik menjadi hal yang positif serta konstruktif bagi lingkungan belajar. Pengetahuan, wawasan, dan pengalaman praktis dalam mengelola konflik di dunia pendidikan ini diproyeksikan menjadi bekal utama bagi mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
Selain berfokus pada kesiapan individu, kegiatan UPKT ini juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi antar-mahasiswa. Para peserta didorong agar dapat mengedukasi rekan-rekan di program studi (prodi) masing-masing terkait materi penyelesaian konflik yang diperoleh hari ini. Langkah berbagi ilmu ini merupakan bentuk nyata dari upaya pengembangan kapasitas diri (capacity building) mahasiswa.
Dengan semangat kolaboratif dan atmosfer pembelajaran yang suportif, acara ini diharapkan dapat melahirkan pendidik yang tangguh dan solutif. FKIP Universitas Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi yang relevan dan inspiratif sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang siap bersaing dan berdampak positif di dunia kerja.



