FKIP Universitas Lampung Gelar Workshop Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan Workshop Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Senin, 28 Oktober 2024. Workshop yang diadakan di Swiss-Belhotel Lampung ini dihadiri oleh Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., serta melibatkan 80 dosen dan 2 guru sebagai peserta. Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai RPL serta mempersiapkan pelaksanaan program tersebut di Unila.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. menyampaikan pentingnya RPL sebagai upaya mengakui dan menghargai pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh di luar pendidikan formal. “Workshop ini memberi kesempatan bagi kita untuk belajar lebih dalam tentang Program RPL, yang memungkinkan kita mengakui pembelajaran sebelumnya melalui mekanisme yang telah diatur. Kami berharap RPL bisa mulai berjalan dengan baik sesuai Pertor (Peraturan Rektor) dan bisa diterapkan di Unila mulai Februari tahun depan,” ungkap Prof. Sunyono. Ia menambahkan bahwa FKIP Unila telah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai bagian dari benchmarking agar pelaksanaan RPL di Unila mengikuti standar terbaik yang sudah diterapkan di Unnes.

Sebagai simbolis pembukaan acara, Prof. Sunyono memberikan Selendang Tapis, kain khas Lampung, kepada Prof. Dr. Nanik Wijayati, M.Si. dari Unnes yang hadir sebagai narasumber utama dalam workshop ini. Kehadiran Prof. Nanik diharapkan dapat membantu Unila dalam memahami peraturan dan tata cara pelaksanaan RPL secara menyeluruh sesuai dengan pedoman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Prof. Nanik Wijayati, M.Si. dalam pemaparannya menjelaskan berbagai aspek penting terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau, termasuk dasar hukum, pedoman dari Kemendikbudristek, serta langkah-langkah implementasi RPL di institusi pendidikan tinggi. Ia menjelaskan bahwa RPL bertujuan untuk memberikan penghargaan bagi pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal. “RPL membuka kesempatan bagi individu yang memiliki pengalaman kerja, pelatihan, atau pembelajaran nonformal untuk memperoleh pengakuan akademis, sehingga mereka tidak perlu mengulang kembali pembelajaran yang telah mereka kuasai,” jelas Prof. Nanik.

Lebih lanjut, Prof. Nanik menjelaskan mekanisme penilaian dan pelaksanaan RPL, termasuk tahapan yang perlu dilakukan oleh mahasiswa atau peserta program yang ingin memperoleh pengakuan atas pengalaman pembelajaran sebelumnya. Menurutnya, RPL dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja namun belum memiliki gelar formal.

Workshop ini juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para dosen dan guru peserta workshop. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait implementasi RPL di Unila, mulai dari proses administrasi, kriteria penilaian, hingga dampak RPL bagi perkembangan karier dosen dan guru. Banyak peserta mengungkapkan bahwa mereka baru memahami potensi besar dari RPL dalam membantu mereka dan mahasiswa mengoptimalkan pengalaman kerja serta pembelajaran yang telah diperoleh.

Salah satu dosen mengajukan pertanyaan mengenai apakah RPL bisa diterapkan untuk mata kuliah tertentu yang sudah dikuasai oleh mahasiswa melalui pengalaman kerja. Prof. Nanik menjelaskan bahwa RPL memungkinkan pengakuan terhadap mata kuliah atau kompetensi tertentu selama pengalaman yang dimiliki relevan dengan kurikulum yang ada dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh institusi.

Acara ini diakhiri dengan harapan agar FKIP Unila dapat mengimplementasikan RPL dengan baik, mengacu pada contoh sukses yang telah diterapkan di Unnes dan beberapa universitas lainnya. Prof. Dr. Sunyono, M.Si. menekankan bahwa FKIP Unila berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik serta dosen dan guru.

Prof. Sunyono berharap dengan adanya workshop ini, FKIP Unila dapat mulai mempersiapkan kebijakan dan peraturan yang mendukung pelaksanaan RPL di Unila, sehingga Unila dapat menjadi salah satu institusi yang memberikan peluang pendidikan lebih luas kepada masyarakat. “Kami berharap program RPL ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi FKIP Unila dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menjawab tantangan di era pendidikan yang semakin inklusif dan fleksibel,” ujar Prof. Sunyono menutup sambutannya.

Workshop ini menjadi langkah awal FKIP Unila dalam menyongsong pelaksanaan Program RPL di masa depan. Diharapkan, dengan penerapan RPL yang baik, Unila dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang memiliki pengalaman belajar sebelumnya untuk mengembangkan pendidikan dan karier mereka.

Berita Terbaru

Toreh Prestasi Nasional, Tim Mahasiswa PGSD FKIP Unila Raih Juara 3 LKTM BKS PTN Barat 2026

BANDAR LAMPUNG — Tradisi juara kembali dipertahankan oleh civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila). Kali ini, kabar membanggakan datang dari panggung ilmiah nasional, di mana Tim Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unila sukses menyabet predikat juara pada ajang bergengsi Lomba Karya

Jembatani Teori dan Praktik Kerja, Widya Hestiningtyas Gagas ‘Model Pentahelix Edupreneurship’ dalam Ujian Doktor

BANDAR LAMPUNG — Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Widya Hestiningtyas, sukses menawarkan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan kewirausahaan tinggi. Inovasi berupa Model Pentahelix Edupreneurship tersebut dipresentasikan secara lugas dalam Sidang Terbuka Ujian Promosi Doktor yang digelar di Aula K FKIP

Perkuat Internasionalisasi, Magister Pendidikan Matematika FKIP Unila Gelar Kuliah Umum Bersama Akademisi University of Santo Tomas

Bandar Lampung, 26 Juni 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Internasional yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan ini

LMS dan Siakadu

Translate »