Bandar Lampung, 30 Oktober 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan workshop untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Program Perkenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Kegiatan ini dilaksanakan di Swiss-Belhotel Lampung dan dihadiri oleh Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Ketua Unit Praktik Lapangan Terpadu (PLT), Maskun, M.H., serta para dosen pendamping lapangan yang akan terlibat dalam pelaksanaan PLP tahun ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesepahaman di antara dosen pendamping mengenai konsep, metode, dan tujuan dari program PLP yang diterapkan di FKIP Unila. Dengan adanya keselarasan pandangan, diharapkan setiap pendamping lapangan dapat mendukung mahasiswa calon guru dalam memahami kondisi lapangan pendidikan di sekolah secara maksimal. PLP merupakan program penting yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan persekolahan dan mulai mempraktikkan kompetensi pedagogis serta profesional mereka
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., menekankan pentingnya peran dosen pendamping lapangan dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pemahaman yang relevan untuk persiapan menjadi pendidik profesional. “PLP adalah landasan awal bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas dunia pendidikan, dan untuk itu, dibutuhkan kolaborasi serta kesamaan pandangan antara para dosen pendamping. Workshop ini adalah langkah penting agar pelaksanaan PLP berjalan sesuai dengan visi dan misi FKIP Unila dalam melahirkan guru yang berkualitas,” ujar Prof. Sunyono.
Workshop ini menghadirkan Drs. Tedi Rusman, M.Si., sebagai narasumber yang menyampaikan materi utama terkait persamaan persepsi dalam pelaksanaan PLP. Dalam penyampaiannya, Drs. Tedi Rusman menekankan pentingnya keselarasan persepsi di antara dosen pendamping untuk memberikan pengalaman PLP yang konsisten dan efektif bagi mahasiswa. Ia juga memaparkan beberapa strategi serta teknik bimbingan yang relevan untuk diterapkan di lapangan.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara narasumber dan para peserta workshop. Dosen pendamping lapangan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan PLP dan mendapatkan masukan langsung dari narasumber mengenai cara menghadapinya.
Melalui workshop ini, FKIP Unila berharap para dosen pendamping lapangan dapat memiliki pandangan yang seragam dalam membimbing mahasiswa selama program PLP berlangsung. Dengan adanya kesamaan persepsi ini, diharapkan mahasiswa FKIP Unila dapat lebih siap menghadapi dunia pendidikan yang sebenarnya, dan mampu menerapkan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di sekolah-sekolah mitra.
Workshop ini menandai langkah awal yang penting dalam pelaksanaan PLP tahun 2024, dan diharapkan dapat berdampak positif dalam kualitas pendampingan serta pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru di FKIP Unila.



