Bandar Lampung, 25 Oktober 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung kembali menyelenggarakan seminar internasional tahunan, yaitu The 6th International Conference on Progressive Education (ICOPE) 2024. Seminar yang berlangsung di Swis-bel Hotel, Bandar Lampung, ini mengangkat tema “Innovation and Collaboration of Education and Technology for Sustainable Development in The Digital Era.” Tema ini menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan dan bertujuan untuk mendorong inovasi serta kolaborasi lintas disiplin yang mendukung pembangunan berkelanjutan di era digital.
Kegiatan akademik yang rutin digelar FKIP Unila ini berlangsung secara hybrid (online dan offline) dan dihadiri oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang menyampaikan harapan agar konferensi ini dapat mendorong munculnya ide-ide kreatif dalam pendidikan melalui penggunaan teknologi.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Direktur Riset dan Teknologi Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek RI, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr.; Ketua BKS PTN Wilayah Barat bidang Pendidikan, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.; Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si.; Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si.; dan pimpinan FKIP dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah Barat Indonesia. Kehadiran para tokoh ini menandakan dukungan penuh untuk inisiatif FKIP dalam memperkuat kerja sama akademik di tingkat internasional.
ICOPE 2024 menampilkan lima pembicara utama (keynote speakers) dari institusi ternama internasional, yaitu:
- Prof. Shaaron Ainsworth dari University of Nottingham, Inggris
- Dr. Lynette Pretorius dari Monash University, Australia
- Dr. Farida Aryani dari Universitas Lampung, Indonesia
- Dr. Chamil Arkhasa Nikko bin Mazlan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia
Setiap pembicara utama membahas berbagai topik terkait kecerdasan buatan, teknologi pendidikan, dan pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan yang dapat diaplikasikan di berbagai negara. Mereka juga membahas tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi dalam pendidikan serta pentingnya kolaborasi antarnegara untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkelanjutan.
Lebih dari 136 presenter dari berbagai negara turut berpartisipasi dalam konferensi ini. Mereka hadir dalam sesi paralel yang diadakan secara online melalui aplikasi Zoom, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiahnya dalam breakout room yang telah disediakan. Diskusi dan tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam sesi ini, yang memungkinkan interaksi langsung antara peserta.
Luaran dari artikel para pemakalah dalam ICOPE 2024 akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding dan jurnal internasional bereputasi. Seluruh artikel akan melalui proses review yang ketat dan memerlukan revisi sebelum diterbitkan. Hal ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik terkait pendidikan dan teknologi, serta memberi kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ICOPE yang konsisten digelar oleh FKIP Unila. Ia berharap seminar ini dapat memberikan wawasan baru bagi para pendidik, peneliti, dan akademisi, serta menjadi ajang untuk memperluas jejaring kerja sama di tingkat internasional. “Seminar ini adalah momen penting untuk membuka peluang kolaborasi lebih luas serta untuk menggali potensi yang lebih baik dalam mengintegrasikan teknologi dan pendidikan demi kemajuan pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan penyelenggaraan ICOPE 2024 ini, FKIP Universitas Lampung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi global.



