Bandar Lampung, 15 November 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan workshop penyusunan dokumen manajemen risiko FKIP Unila tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang FKIP Unila dengan menghadirkan jajaran pimpinan fakultas, staf tenaga kependidikan, serta subkoordinator bagian.
Workshop ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Koordinator Bagian Tata Usaha Hermanto, S.Sos., para subkoordinator bagian, serta tenaga kependidikan (Tendik) FKIP Unila.
Workshop ini bertujuan untuk menyusun dokumen manajemen risiko yang komprehensif dan sesuai dengan standar pengelolaan risiko di institusi pendidikan tinggi. Dokumen ini akan menjadi panduan strategis dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko di FKIP Unila guna memastikan tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Dalam sambutannya, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyampaikan bahwa manajemen risiko menjadi salah satu elemen penting dalam tata kelola organisasi yang baik. “Pengelolaan risiko merupakan bagian integral dari manajemen organisasi, termasuk di lingkungan FKIP Unila. Dengan dokumen manajemen risiko yang terstruktur, kita dapat memetakan potensi risiko yang ada dan mengambil langkah mitigasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Dr. Albet.
Dr. Albet juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam proses penyusunan dokumen ini. “Manajemen risiko bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi juga melibatkan semua elemen organisasi, mulai dari staf hingga pimpinan bagian, untuk bersama-sama membangun sistem yang lebih kuat,” tambahnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan proses penyusunan dokumen manajemen risiko. Dalam sesi ini, peserta workshop bersama-sama mengidentifikasi risiko-risiko potensial di setiap unit kerja FKIP Unila, menentukan tingkat risiko, serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang sesuai.
Proses ini dilakukan secara mendalam dengan koreksi langsung terhadap draft dokumen yang telah disiapkan sebelumnya. Para peserta aktif berdiskusi untuk memastikan dokumen yang dihasilkan memenuhi kebutuhan fakultas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Workshop ini menjadi langkah awal yang penting bagi FKIP Unila dalam membangun sistem manajemen risiko yang andal. Dengan dokumen manajemen risiko yang disusun, FKIP Unila diharapkan mampu memitigasi berbagai tantangan operasional dan strategis secara efektif, sehingga dapat terus mendukung pencapaian visi dan misi fakultas sebagai institusi pendidikan yang unggul.
Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., dalam penutupan kegiatan, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif peserta. “Saya berharap dokumen ini dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan. Dengan manajemen risiko yang baik, kita bisa memastikan keberlanjutan kinerja FKIP Unila di masa depan,” tutupnya.



