BANDAR LAMPUNG — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan upacara Yudisium Lulusan Program Sarjana dan Pascasarjana Periode VI bulan Juni 2026. Kegiatan akademik yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula K FKIP Unila pada Senin, 22 Juni 2026.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh penting kampus, di antaranya Dekan FKIP Unila, Ketua Senat FKIP Unila Prof. Dr. Herpratiwi, para Wakil Dekan, Ketua Forum Guru Besar Prof. Dr. Farida Ariyani, M.Pd., para Ketua dan Sekretaris Jurusan, para Koordinator Program Studi jenjang S-1, S-2, S-3, serta PPG, Ketua IKA Alumni atau yang mewakili, Kepala Bagian Umum, hingga para Ketua Divisi.



Dr. Riswandi, M.Pd. memaparkan data statistik kelulusan yang menunjukkan performa impresif. Pada jenjang S-1, rata-rata masa studi mahasiswa adalah 3 tahun 8 bulan dengan rata-rata IPK lulusan mencapai 3,80. Sementara untuk jenjang Magister (S-2), rata-rata masa studi tercatat tepat 2 tahun 0 bulan dengan capaian rata-rata IPK lulus sebesar 3,90.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Dr. Riswandi, M.Pd., yudisium periode ini meluluskan total 321 orang wisudawan. Jumlah tersebut tersebar ke dalam tiga jenjang pendidikan, dengan rincian program Sarjana (S-1) sebanyak 293 orang, Pascasarjana Magister (S-2) sebanyak 23 orang, dan Pascasarjana Doktor (S-3) sebanyak 5 orang.


Pada kesempatan ini, FKIP Unila juga menetapkan lulusan terbaik untuk tingkat fakultas pada masing-masing jenjang pendidikan:
- Terbaik Jenjang Sarjana (S-1): Annisatul Alfaidah dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan IPK 3,98 dan meraih predikat Pujian.
- Terbaik Jenjang Magister (S-2): Rella Islami dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK sempurna 4,00 dan meraih predikat Pujian.
- Terbaik Jenjang Doktor (S-3): Lili Puspita Rahayu dari Program Studi Doktor Pendidikan dengan IPK 3,98 dan meraih predikat Pujian.
Sebagai lulusan terbaik S-1, Annisatul Alfaidah didapuk untuk menyampaikan sambutan kesan dan pesan mewakili seluruh rekan-rekan sejawatnya sesama peserta yudisium.


Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyampaikan pidato sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Mengawali arahannya, ia memberikan pantun pembuka untuk membakar semangat para lulusan, “Pergi ke taman memetik melati, Harumnya semerbak di pagi hari. Menuntut ilmu sepenuh hati, Bekal masa depan yang tak terganti,”.
Dalam amanatnya Dr. Albet menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan panjang, melainkan awal dari babak baru yang menuntut para lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi sebagai agen perubahan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada dedikasi dosen serta dukungan penuh orang tua, sekaligus mengingatkan esensi gelar yang kini disandang.
“Ingatlah bahwa gelar yang kalian peroleh hari ini adalah amanah. Amanah untuk terus belajar, amanah untuk menjaga nama baik almamater, dan amanah untuk memberikan manfaat bagi sesama. Jangan pernah berhenti bermimpi dan berusaha,” tegas Dekan.
Dekan juga memaparkan capaian luar biasa institusi yang saat ini telah berhasil mengantongi akreditasi Unggul untuk 16 program studi dan akreditasi internasional untuk 4 program studi. Kekuatan akademik fakultas pun semakin kokoh dengan kontribusi 11 dosen asing serta jalinan kerja sama erat bersama pemerintah daerah, termasuk Pemda Way Kanan, Tulang Bawang (Tuba), dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Acara ditutup secara manis oleh Dekan melalui bait pantun penutup, “Pergi berlayar menuju seberang, Singgah sejenak di tepian desa. Ilmu diraih janganlah hilang, Amalkan selalu sepanjang masa,”.
Melengkapi prosesi pelepasan, sambutan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FKIP Unila disampaikan langsung oleh DR. Elen Eduan, M.Pd., yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Wilayah Kota Bandar Lampung IKA FKIP Unila. Melalui momentum ini, organisasi alumni menyatakan kesiapannya dalam menyambut para lulusan baru untuk saling bersinergi, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat luas demi menjaga marwah dan nama baik almamater di dunia kerja.



