Perekrutan Guru Baru Nonsertifikat Harus Dihentikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyaratkan setiap tenaga pendidik baru yang akan direkrut di daerah harus memiliki sertifikat tenaga pendidik profesional. Hal ini berlaku pada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) untuk tenaga guru 2013. Terkait hal tersebut pemerintah akan menggulirkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan.

Menanggapi hal ini Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) Dr. Bujang Rahman, M.Si., Senin (17/9) menyambut baik keputusan Kemendikbud. Menurutnya, sikap menteri sudah on the track.
“Keputusan ini sudah ideal. Jika kita terus-menerus merekrut guru baru belum bersertifikat maka program sertifikasi atau pendidikan dan pelatihan profesi guru  tidak akan pernah tuntas. Untuk itu perekrutan guru baru nonsertifikat harus segera dihentikan,” ujar Bujang di ruang kerjanya.

Dengan kebijakan tersebut maka status guru sebagai tenaga pendidik akan sejajar dengan tenaga profesional lain seperti halnya tenaga dokter. Menurutnya, para dokter sebelum menjadi dokter harus memiliki sertifikat sebagai seorang dokter profesional melalui pendidikan profesi yang ia tempuh berupa kepaniteraan klinik (ko-asisten). Begitu pula idealnya tenaga guru.
Hanya saja, lanjut Bujang, untuk merealisasikan kebijakan ini pemerintah pusat harus memiliki komitmen untuk meluncurkan program PPG prajabatan lantaran program ini sebenarnya sudah dirumuskan beberapa tahun ke belakang dan sempat dimulai satu tahun, namun akhirnya berhenti tanpa sebab yang jelas.
“Kita sudah pernah sebelumnya menerapkan PPG dalam jabatan dan FKIP Unila sendiri pun sudah menyiapkan sarana prasarana untuk menggelar PPG prajabatan. Sayangnya pemerintah menghentikan program ini dan hanya menerapkannya di beberapa Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP),” paparnya.
Seharusnya, kata dia, lantaran setiap daerah membutuhkan tenaga guru maka seharusnya setiap LPTK di daerah, termasuk FKIP Unila di Lampung, juga diberi kewenangan menyelenggarakan PPG prajabatan. “Di sisi lain persoalan pemetaan distribusi guru juga harus dituntaskan terlebih dahulu. Karena dengan adanya PPG pasti kuota yang tersedia akan sangat terbatas,” katanya.
Dengan keterbatasan tersebut maka setiap daerah harus merekrut tenaga pendidik baru dengan efektif. Artinya tenaga baru yang direkrut adalah benar-benar yang paling dibutuhkan daerah. “Nah, bagaimana bisa menentukan kebutuhan guru di setiap daerah jika peta kebutuhan gurunya tidak tuntas,” tandasnya. (src:unila.ac.id)

Berita Terbaru

Dari Rusia hingga Ethiopia, 11 Pakar Dunia Perkuat FKIP Unila Menuju Kampus Berkelas Internasional

(Eduspot): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) terus menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi diri menuju pusat pendidikan berstandar global. Pada Tahun Akademik 2025/2026 ini, FKIP Unila resmi mengumumkan peluncuran International Lecturer Program, sebuah langkah strategis yang melibatkan 11 dosen dan pakar internasional dari berbagai belahan dunia. Program prestisius

Wujudkan Kampus Siaga Bencana, FKIP Unila Gelar Sosialisasi K3 Kebakaran dan Pelatihan APAR Bersama PT Servvo Fire Indonesia

BANDAR LAMPUNG – Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Khususnya dalam Hal Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Serta Pelatihan Praktik Penggunaan APAR”. Kegiatan yang berlangsung edukatif

Toreh Prestasi Nasional, Tim Mahasiswa PGSD FKIP Unila Raih Juara 3 LKTM BKS PTN Barat 2026

BANDAR LAMPUNG — Tradisi juara kembali dipertahankan oleh civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila). Kali ini, kabar membanggakan datang dari panggung ilmiah nasional, di mana Tim Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unila sukses menyabet predikat juara pada ajang bergengsi Lomba Karya

Jembatani Teori dan Praktik Kerja, Widya Hestiningtyas Gagas ‘Model Pentahelix Edupreneurship’ dalam Ujian Doktor

BANDAR LAMPUNG — Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Widya Hestiningtyas, sukses menawarkan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan kewirausahaan tinggi. Inovasi berupa Model Pentahelix Edupreneurship tersebut dipresentasikan secara lugas dalam Sidang Terbuka Ujian Promosi Doktor yang digelar di Aula K FKIP

LMS dan Siakadu

Translate »