BANDAR LAMPUNG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan karakter mahasiswa melalui penyelenggaraan Pelatihan Singkat Kepramukaan. Kegiatan berskala besar ini diikuti oleh sekitar 1.800 mahasiswa angkatan 2025 dari 19 program studi di lingkungan FKIP Unila.
Pelatihan ini berlangsung di Aula A FKIP Unila pada Senin, 25 Mei 2026 dan mengusung konsep hybrid. Selain kehadiran fisik, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube FKIP Unila. Inovasi metode hybrid ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan fakultas lainnya agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan inklusif.



Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., jajaran Gugus Depan Racana Unila, serta narasumber dari Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung, Joni Widodo.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa. Beliau menekankan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan wahana strategis untuk membentuk kedisiplinan dan jiwa sosial calon pendidik sebelum mereka terjun langsung ke dunia sekolah.


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa kepramukaan adalah laboratorium karakter yang sangat relevan dengan tuntutan profesi guru saat ini. Beliau mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana menempa diri menjadi pemimpin yang adaptif.
Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan tujuan untuk menggalang persatuan dan persaudaraan, menjadi sarana edukasi yang menarik, serta mempererat silaturahmi kekeluargaan di lingkungan kepramukaan FKIP Unila.


Sesi inti diisi dengan pemaparan materi dari Joni Widodo (Kwarda Lampung) yang membawakan topik “Project-based Leadership dalam Kepramukaan”. Materi ini disambut antusias oleh peserta, tercermin dari dinamika sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Selain itu, materi mendalam mengenai “Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan” juga disampaikan oleh Bagus Permana, yang semakin memperkaya wawasan teknis para mahasiswa.
Keberhasilan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi program-program pembinaan karakter lainnya di lingkungan FKIP Unila. Sinergi antara pendidikan formal di bangku kuliah dan pendidikan nonformal melalui Gerakan Pramuka dipandang sebagai langkah tepat untuk menghasilkan lulusan yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pendidik profesional di masa depan.
Dengan semangat kepramukaan, FKIP Unila optimis dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa pengabdian yang tinggi bagi masyarakat.



