Bandar Lampung – Isu perundungan (bullying) masih menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Merespons hal tersebut, mahasiswa KKN-PLP Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Stop Bullying, Start Respecting” di SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan yang ditujukan bagi siswa-siswi kelas VIII ini diselenggarakan sepenuhnya oleh mahasiswa PLP dengan dukungan penuh dari pihak sekolah. Program ini hadir sebagai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi para remaja.


Edukasi Dampak Psikologis dan Kesehatan Mental
Penyampaian materi dilakukan oleh dua orang mahasiswa PLP, yaitu Sri Widia Siringoringo dan Lubena Callista Ophelia. Fokus utama dalam sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan serta dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan mental korban maupun pelaku.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini meliputi:
- Membantu siswa mengenali berbagai bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun siber.
- Mengedukasi siswa mengenai risiko gangguan psikologis yang muncul akibat perilaku negatif di sekolah.
- Menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial sehari-hari sebagai fondasi kedamaian sekolah.



Ruang Aman: Siswa Berbagi Pengalaman dengan Emosional
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan menyentuh sisi emosional para peserta. Siswa-siswi menunjukkan antusiasme tinggi serta keterbukaan dalam berbagi cerita mereka sendiri.
Menariknya, sesi ini menjadi “ruang aman” (safe space) bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini mungkin mereka pendam. Beberapa siswa bahkan memberanikan diri menceritakan pengalaman pribadi mereka secara emosional di depan rekan-rekannya, yang disambut dengan dukungan positif oleh tim mahasiswa.
Harapan untuk Masa Depan Sekolah yang Damai
Melalui inisiatif ini, diharapkan tercipta perubahan perilaku yang lebih positif di kalangan siswa. Dengan meningkatnya kesadaran diri untuk saling menghargai, risiko gangguan psikologis akibat bullying dapat ditekan sedini mungkin.
Langkah nyata ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Unila dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, peduli, dan sadar akan pentingnya kesehatan mental demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.



