BANDAR LAMPUNG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali memperkuat peran serta dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan, FKIP Unila menggelar “Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Asesmen Pembelajaran”.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2026, dan dipusatkan di Aula C FKIP Unila. Sebanyak 174 peserta yang terdiri dari guru-guru asal Kabupaten Way Kanan antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini.



Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang efektif, khususnya LKPD dan instrumen asesmen yang berorientasi pada pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning).
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi teoretis dan konseptual dari narasumber ahli FKIP Unila, antara lain:
- Dr. Viyanti, M.Pd. memaparkan materi tentang “Kebijakan Kurikulum dan Asesmen dalam Pembelajaran”.
- Rafista Deviyanti, M.Pd. membahas secara rinci mengenai “Asesmen Pembelajaran Mendalam dan Contohnya”, mencakup asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
- Prof. Dr. Sugeng Sutiarso, M.Pd. menjelaskan “Konsep dan Prinsip Pembuatan LKPD Pembelajaran Mendalam”.
- Dr. Yunisca Nurmalisa, M.Pd. menguraikan tentang “Struktur, Komponen, dan Contoh LKPD dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam”.
Hari Kedua: Peserta langsung mempraktikkan penyusunan LKPD dan asesmen melalui diskusi kelompok berdasarkan mata pelajaran. Sesi ini juga mencakup review dan umpan balik antarsesama peserta untuk menyempurnakan draf yang dibuat.



Hari Ketiga: Agenda difokuskan pada presentasi produk final LKPD dan asesmen yang telah disusun, dilanjutkan dengan sesi refleksi dan penutupan.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., memberikan tanggapan positif atas terlaksananya kerja sama ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memberdayakan tenaga pendidik.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dari Kabupaten Way Kanan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk LKPD dan instrumen asesmen yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih berkualitas, interaktif, dan berpusat pada pemahaman mendalam siswa di Kabupaten Way Kanan.



