(Eduspot_fkip.unila.ac.id): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) resmi menyelenggarakan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024. Dalam acara tersebut, sebanyak 198 peserta dari delapan bidang studi dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi. Yudisium ini diselenggarakan di Hotel Radisson Bandarlampung pada Kamis (27/11).

Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya kepada seluruh peserta yang berhasil menuntaskan proses PPG yang dikenal intensif dan menantang. Ia menegaskan bahwa Yudisium ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya Unila untuk mencetak guru-guru profesional yang mampu menjawab tuntutan zaman. Menurutnya, kehadiran guru berkualitas sangat penting untuk menyeimbangkan kuantitas dan kualitas tenaga pendidik dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di seluruh satuan pendidikan. Dr. Albet juga menambahkan bahwa para lulusan yang dikukuhkan diharapkan mampu memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang teruji dan karakter kuat sebagai pendidik.
Sebanyak 198 lulusan tersebut berasal dari berbagai bidang studi, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Pancasila, serta Seni Budaya. FKIP Unila berharap seluruh lulusan dapat mengamalkan ilmu sesuai bidang masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus membawa nama baik almamater, bangsa, dan negara.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T., turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan selamat dan apresiasi atas keberhasilan para peserta menyelesaikan PPG Gelombang 2. Dalam pesannya, Prof. Suripto menegaskan bahwa profesi guru adalah profesi mulia yang memikul amanah besar untuk membentuk peradaban bangsa. Ia menekankan bahwa capaian akademik dalam PPG bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian panjang sebagai pendidik. Ia juga berpesan agar para lulusan terus belajar sepanjang hayat, menjaga profesionalisme dalam bekerja, serta menjadikan karakter sebagai identitas utama karena ketulusan, empati, dan kebaikan hati merupakan nilai penting yang melekat pada seorang guru sejati.
Salah satu lulusan, Dedi Supriyadi, S.Pd., mewakili peserta dari Bidang Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya setelah dikukuhkan sebagai guru profesional. Ia mengakui bahwa proses PPG benar-benar menguji batas kemampuan peserta, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai standar profesionalisme guru di Indonesia. Dedi menegaskan bahwa seluruh lulusan siap menerapkan ilmu yang diperoleh selama PPG dan berkomitmen menjadi guru yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi siswa. Pesan Prof. Suripto mengenai pentingnya karakter, menurutnya, akan menjadi pedoman utama dalam menjalani tugas sebagai pendidik.

Secara keseluruhan, Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG Gelombang 2 Tahun 2024 ini menegaskan komitmen Universitas Lampung dalam mencetak tenaga pendidik yang unggul, berintegritas, dan berkarakter mulia. Dengan bekal keterampilan, pengalaman, dan pesan dari para pimpinan universitas, sebanyak 198 guru profesional lulusan FKIP Unila ini diyakini siap menjadi pemimpin perubahan dan aktor penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.



