Bandar Lampung, 7 Februari 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lampung sepakat menjalin kolaborasi strategis guna mengakselerasi peningkatan kualitas dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Sinergi ini dirancang untuk menyatukan kekuatan akademisi dan praktisi kebijakan dalam menjawab tantangan pendidikan di tingkat daerah.
Pertemuan antara jajaran pimpinan FKIP Unila dan BGTK Lampung ini membahas berbagai agenda prioritas, mulai dari perlindungan profesi hingga penguatan basis data kompetensi guru.
Salah satu poin krusial dalam diskusi ini adalah gagasan pembentukan Majelis Kehormatan Guru. Kepala BGTK Lampung, Hendra Apriawan, menekankan bahwa inisiatif ini sangat mendesak untuk memberikan rasa aman bagi tenaga pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya.


“Majelis kehormatan guru adalah langkah konkret yang selaras dengan Permendikdasmen tentang perlindungan guru. Selama ini, guru menjadi satu-satunya profesi yang belum memiliki wadah kehormatan secara formal. Kolaborasi dengan FKIP Unila akan memperkuat implementasi kebijakan ini di daerah,” ujar Hendra.
Selain aspek perlindungan, BGTK Lampung secara khusus menggandeng para akademisi FKIP Unila untuk membantu dalam pemetaan dan analisis data kompetensi guru. Analisis mendalam tersebut nantinya akan digunakan sebagai fondasi dalam menyusun model kompetensi dan model ajar yang mencakup aspek pedagogik, sosial, dan kepribadian.
“Kami membutuhkan dukungan analisis dan keilmuan yang kuat dari para pakar di FKIP Unila untuk menyusun model kompetensi yang mumpuni. Kami menyadari, untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Lampung, kami tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Hendra.


Kolaborasi ini juga membuka pintu bagi program-program berkelanjutan lainnya, seperti:
- Program Magang Mahasiswa: Memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa FKIP di lingkungan BGTK.
- Pengabdian Masyarakat Dosen: Penyaluran riset akademis ke dalam program praktis di lapangan.
- Pelibatan Guru Besar: Konsultasi strategis untuk kebijakan pendidikan makro di Lampung.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyatakan dukungan penuhnya terhadap sinergi ini. Beliau menilai bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik di Lampung.
“Niat kolaborasi ini kami sambut dengan sangat positif. Inisiatif dari BGTK Lampung sangat sejalan dengan arah kebijakan kementerian dan visi FKIP Unila untuk menjadi lembaga yang berdampak nyata. Kami siap mengerahkan sumber daya manusia, mulai dari dosen hingga guru besar, untuk menyukseskan program-program konkret hasil kolaborasi ini,” ungkap Dr. Albet.
Melalui sinergi antara pemerintah dan akademisi ini, FKIP Unila dan BGTK Lampung optimis dapat menciptakan transformasi pendidikan daerah yang berbasis data, berpayung hukum kuat, dan berdaya saing global.



