BEM FKIP Kerja Nyata dalam Studium General 2016

1-1(Eduspotnews) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Lampung menggagas sebuah pertemuan besar untuk seluruh mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di tahun 2016. Adalah Studium General yang dikonfrimasi mengundangkan paling tidak 3000 peserta ini, rutin diagendakan setiap tahun oleh BEM FKIP dan dikhususkan untuk mahasiswa baru. Tema yang diusung berbeda disetiap tahunnya. Kali ini tema yang diangkat yakni “Bergerak Membenahi Moral dan Sistem Pendidikan guna Membangun General Intelektual Berkarakter”. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa peduli tinggi terhadap dunia pendidikan di Indonesia, tujuan lainnya adalah mampu merubah mindset para calon pendidik dan sebagai peserta didik untuk bersama-sama membenah pendidikan menjadi lebih baik.

1-5Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 19 November 2016 di GSG Universitas Lampung. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs.Supriyadi, M.Pd berkesempatan secara langsung membuka acara ini. Kegiatan yang berlangsung selama 6 jam ini menghadirkan pemateri yang cukup mumpuni. Mereka adalah Ir.Yandri Nazir (Ketua Komisi V DPRD Provins Lampung) dan Drs. Teguh Irianto, M.Pd (Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provindi Lampung).

Materi-materi yang disampaikan merupakan topik yang sedang hangat dalam dunia pendidikan. Seperti full day school, kurikulum 2013, krisis karakter pelajar di Lampung, strategi peningkatan mutu pendidikan dan moralitas di Indonesia dan lain sebagainya.

Antusiasme peserta dalam Studium General sangat terlihat dari banyaknya peserta yang aktif dalam menanggapi materi yang diberikan dalam bentuk tanggapan dan pertanyaan, sehingga menimbulkan diskusi yang interaktif antara pemateri dan peserta.

1-2Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, tari pembuka pada kegiatan ini dipersembahkan dengan tari Sigeh Pengunten yang dibawakan oleh tak kurang dari 50 orang dari PGSD Metro, pembacaan puisi oleh panti binaan BEM FKIP UNILA dan penampilan band yang dibawakan oleh mahasiswa senitari 2016. [ftrprdt]

Berita Terbaru

Angkat Tradisi Gotong Royong, Mahasiswa Pendidikan Tari Unila Gelar Pertunjukan ‘Koreografi Lingkungan Rewang’

BANDAR LAMPUNG — Ruang publik dan aktivitas keseharian masyarakat kembali bertransformasi menjadi panggung seni yang hidup. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023 sukses menyelenggarakan pertunjukan seni bertajuk “Koreografi Lingkungan Rewang” pada Selasa, 16 Juni 2026. Pertunjukan yang memanfaatkan ruang

Fosmaki FKIP Unila Gelar Seminar SMART 2026, Bekali Mahasiswa Pendidikan Kimia Hadapi Penelitian Skripsi

Bandar Lampung – Bidang Pendidikan Forum Silaturahmi Mahasiswa Pendidikan Kimia (Fosmaki) FKIP Universitas Lampung sukses menyelenggarakan Seminar Mastery of Research and Undergraduate Thesis (SMART) 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula A FKIP Universitas Lampung. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Research Mindset dan Kesiapan Akademik Mahasiswa Pendidikan Kimia Menuju

Mahasiswa Pendidikan Tari Unila Gelar Pementasan Koreografi Lingkungan “LEMPUNG” di Sentra Gerabah Negara Ratu

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung (Unila) menggelar pementasan koreografi lingkungan bertajuk “LEMPUNG” di Rumah Produksi Erri Art Gerabah, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada 12 Juni 2026. Pementasan ini merupakan ujian akhir mahasiswa untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Koreografi Non-Tradisi sekaligus menjadi ruang eksplorasi seni

Rayakan Kebhinekaan, Mahasiswa PPKn Unila Gelar Project Multikultur ‘Satu Nusantara, Seribu Budaya, Sejuta Rasa’

BANDAR LAMPUNG — Halaman Nuwo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berubah menjadi panggung kebudayaan yang megah pada Kamis, 11 Juni 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2025 sukses menggelar Project Multikultur sebagai wujud nyata dari tugas mata kuliah Pendidikan Multikultur. Mengusung tema

LMS dan Siakadu

Translate »