KERJASAMA FKIP UNILA DENGAN DEAKIN UNIVERSITY AUSTRALIA

FKIP UNILA GOES TO TAHILAND, MALAYSIA AND SINGAPORE

Edukatif - Inovatif yang Religius

 

Tunjukkan Prestasi Terbaikmu Melalui Ujian Nasional yang Jujur

Eduspotnews : Jakarta, Kemendikbud — Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai ujian nasional (UN) mulai tahun ini tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa.  Kelulusan siswa tahun ini sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan atau sekolah. Diharapkan hal ini berdampak pada para siswa yang tidak perlu takut lagi dalam menghadapi UN.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, karena UN tidak sebagai penentu kelulusan diharapkan para siswa bisa lebih percaya diri dan tidak pelu takut dalam menghadapi UN. Tetapi, kata dia, para siswa harus tetap menunjukkan prestasi terbaiknya. “Ini akan dipotret, dan hasilnya akan kamu lihat, dan akan dilihat oleh orang tua kamu sehingga tunjukkan prestasi terbaikmu secara jujur,” katanya pada acara talkshow radio mengenai Persiapan UN 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (25/3/2015). [Video : UJIAN NASIONAL YANG JUJUR]

Nizam mengungkapkan, melalui UN tahun ini diharapkan potensi para siswa tertuang lebih baik lagi. Hal ini, kata dia, dikarenakan tingkat stres atau ketegangan siswa dalam menghadapi UN lebih berkurang. “Tetapi mengerjakannya tetap dengan sungguh-sungguh dan belajarnya dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Nizam menyampaikan, kisi-kisi soal UN yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) itu bersifat terbuka jadi semua siswa dan guru dapat melihatnya. UN ini, kata dia, betul-betul mengukur apa yang sudah dipelajari oleh siswa, jadi siswa tidak perlu mencari bahan ujian di luar apa yang sudah diajarkan di sekolah dan di luar dari kisi-kisi tersebut. “Intinya selama anak-anak mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dengan tuntas, mestinya tidak ada masalah untuk menghadapi UN,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota BSNP, Teuku Ramli Zakaria berpendapat, UN itu merupakan satu rangkaian dari sistem pendidikan. Dalam proses pendidikan itu, kata dia, selalu ada ujian dan ujian itu adalah suatu hal yang biasa-biasa saja.  Dia berharap, siswa, guru, dan orang tua tidak perlu panik menghadapi UN. “Siswa pasti lulus apabila sekolah menentukan lulus, jadi yang menentukan kelulusan adalah sepenuhnya satuan pendidikan, jadi oleh karenanya tidak perlu khawatir,” ucapnya.

Teuku menekankan, dengan UN tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan tahun ini, pemerintah melalui BSNP ingin memperoleh hasil UN yang jujur. Hasil UN yang jujur, kata dia, dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa yang sesungguhnya. “Dengan hasil UN yang jujur, data yang benar, data yang valid, kita dapat merumuskan kebijakan-kebijakan pendidikan yang lebih tepat,” katanya. (Agi Bahari)

Pertama Dalam 10 Tahun Terakhir, FKIP Wisuda 188 Orang

Suasana di dalam Gedung Serba Guna Unila

Suasana di dalam Gedung Serba Guna Unila

(Eduspotnews) Pertama dalam 10 tahun terakhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melepas tak lebih dari 188 wisudawan di periode Maret 2015 ini.Jumlah tersebut sudah mencakup wisudawan yang berasal dari program sarjana regular, non regular, S1 dalam jabatan dan magister di lingkungan FKIP. Jumlah ini cenderung lebih dikit bila dibanding dengan wisuda periode lalu yakni sekitar 400 orang.

Pada periode ini, Maizar Ardiansyah wisudawan dari Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila berhasil menyandang predikat terbaik kedua tingkat universitas dengan IPK 3,90. Disusul dengan wisudawan dari FISIP dengan IPK 3,86. Sesuai dengan SK Rektor Nomor 107/UN26/DT/2015, total wisudawan Universitas Lampung pada periode ini berjumlah 767 orang dengan wisudawan FKIP yang berpredikat cumlaude berjumlah 21 orang.

Mulai tahun 2015 ini, Universitas Lampung menetapkan periode wisuda menjadi enam kali dalam setahun yakni pada Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan Desember. Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S berkesempatan membuka langsung prosesi wisuda dan didampingi para anggota senat universitas, baik dekan maupun guru besar. Dalam pidatonya, Sugeng berpesan kepada wisudawan agar ke depan para lulusan Unila mampu mengolah sumber daya yang ada dengan maksimal dan mereka juga dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, kesiapan para lulusan ini diharapkan dapat bersaing dengan para lulusan, baik dalam maupun luar negeri. (Rf)

_MG_2365

Para Senat dan Guru Besar Universitas Lampung

_MG_2384

Pemberian Plakat Oleh Perwakilan Gubernur Lampung Kepada Lulusan Terbaik FKIP Unila

Perkuat Wawasan Media Publikasi, BEM FKIP Kunjungi Eduspot

Pemberian Plakat oleh Gubernur BEM kepada kru Eduspot

Pemberian Plakat oleh Gubernur BEM kepada kru Eduspot

(Eduspotnews) BEM FKIP Unila melalui Dinas Media Center melakukan kunjungan Media Informasi Pendidikan ke Eduspot FKIP Unila, Jum’at (20/3). Dalam kunjungannya, BEM FKIP Unila yang beranggotakan dua puluh orang disambut langsung oleh pimpinan redaksi Sub Unit Eduspot, Budi Kadaryanto dan beberapa kru. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka menguatkan peran media elektronik maupun cetak antar Lembaga Kemahasiswaan (LK) fakultas dan unit publikasi yang ada di fakultas.

Dalam sambutannya, Budi memaparkan sejarah singkat Eduspot dimana brand Eduspot sendiri memiliki arti “Edu” artinya pendidikan dan “spot” artinya titik atau pusat. Eduspot dimaknai sebagai pusat sumber informasi pendidikan yang merangkum informasi internal kampus maupun update berita pendidikan nasional dan internasional. Fadhil, reporter Eduspot menambahkan bahwa Eduspot berada dibawah naungan Unit Database dan Publikasi Ilmiah, FKIP Universitas Lampung. Keberadaan subunit ini mengelola dua media sekaligus yaitu majalah dan televisi berbasis online atau streaming tv.

“Sampai saat ini kami sudah menerbitkan majalah ini hingga 12 edisi, dan majalah itu tidak hanya di distribusikan di internal kampus Unila saja namun hingga ke beberapa universitas yang tergabung dalam forum komunikasi keguruan dan ilmu pendidikan di Indonesia”, terang Fadhil.

Ia juga menambahkan bahwa Eduspot TV merupakan televisi online pertama yang ada di Universitas Lampung. TV Streaming ini mengadopsi langkah yang telah lebih dulu dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret Solo sebagai salah satu patner FKIP Unila.

Kunjungan BEM FKIP ini diisi dengan diskusi interaktif antar anggota dan jajaran kru Eduspot. Pertemuan ini menghasilkan rencana kolaborasi antar seluruh lembaga kemahasiswaaan fakultas yang dituntut untuk mengoptimalkan peran media kampus berbasis internet dan media cetak.

“Kami dari BEM FKIP Unila akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait bentuk kerjasama yang akan dibangun. Yang pasti kerjasama yang akan dibuat tidak hanya melibatkan BEM FKIP saja tetapi juga harapannya dapat melibatkan seluruh LK di FKIP khususnya bidang kemediaan”, ujar Deris Astriawan selaku Kadis Media Center.

Ditemui disela-sela kegiatan Gubernur BEM FKIP Unila, Deni Yuniardi mengatakan kunjungan ini merupakan salah satu bentuk nyata kami dalam mendukung kemediaan yang ada baik di internal BEM FKIP maupun di Eduspot sendiri.

“Ini merupakan langkah awal yang baik dan menjadi program kerja jangka panjang untuk sama-sama mengoptimalkan fungsi kemediaan dari masing-masing pihak. Dan salah satu tujuan dari kunjungan ini yaitu untuk memberikan wawasan lebih tentang kemediaan, selain itu untuk berbagi informasi demi perbaikan kita bersama”, urai Deni saat diwawancarai. (DA)

_MG_2294 _MG_2327