KERJASAMA FKIP UNILA DENGAN DEAKIN UNIVERSITY AUSTRALIA

FKIP UNILA GOES TO TAHILAND, MALAYSIA AND SINGAPORE

Edukatif - Inovatif yang Religius

 

Tuba Barat Cerdas dan Indonesia Mengajar Sambangi Unila

Foto Bersama Tim 9 dan Indonesia Mengajar

Foto Bersama Tim 9 dan Indonesia Mengajar

(Eduspotnews) Tim 9 Tulang Bawang Barat (Tubabar) Cerdas bersama Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan IX bertandang ke kampus Universitas Lampung, Bandar Lampung pada Rabu (13/5). Lebih dari 60 mahasiswa dan alumni hadir memenuhi aula CCED Universitas Lampung. Acara tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi program perdana Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat pada bidang pendidikan. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi yaitu pemaparan kondisi pendidikan di Tulang Bawang Barat, sosialisasi program Tubabar Cerdas dan tanya jawab.

Seperti dilansir tulangbawangbaratcerdas.org , Yulia, salah satu anggota tim 9 Program Tulang Bawang Barat Cerdas sekaligus guru teladan Kabupaten Tulang Bawang Barat, mengatakan, pemda Tuba Barat ingin mahasiswa dan alumni terbaik ikut berpartisipasi dalam program ini. Program ini adalah bentuk kesungguhan jiwa kepemimpinan seorang warga Negara Indonesia mengabdi di bidang pendidikan” (red).  Yulia juga memaparkan tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat  yang ingin mewujudkan Kabupaten Tuba Barat sebagai pusat pendidikan. Langkah ini sebagai upaya membangkitkan semnagat pemerataan pendidikan dimulai dari lapisan paling bawah tingkat satuan pendidikan.

Untuk mewujudkan tujuan sebagai kabupaten pendidikan, saat ini Pemkab Tuba Barat menggandeng tim dari Gerakan Indonesia Mengajar untuk menyukseskan program ini. Tiga dari Sembilan orang anggota tim Program Tulang Bawang Barat Cerdas ini adalah alumnus Indonsia Mengajar dari berbagai angkatan, Dalam roadshow ini, hadir pula dua anggota aktif Pengajar Muda gerakan Indonesia Mengajar angkatan IX yang ditempatkan di Tulang Bawang Barat, Diyon dan Dhita. Tulang Bawang Barat mejadi lokasi penempatan Pengajar Muda gerakan Indonesia Mengajar selama sembilan generasi.

Selama lima tahun berada di Tuba Barat, Indonesia Mengajar telah berkontribusi pada kemajuan dunia pendidikan Tuba Barat, dengan mengajar di sekolah sekolah dasar daerah penempatan. Dilansir dari laman resmi program Tulang Bawang Barat Cerdas, keberadaan Pengajar Muda Indonesia Mengajar menggandeng  guru-guru, kepala sekolah, juga pengawas untuk lebih berdedikasi pada bidang kerjanya. Desember 2014 silam, Forum Kepemimpinan Penggerak Daerah (FKPD) oleh Indonesia Mengajar  mengundang para local champion dan pemda dari daerah penempatan Pengajar Muda termasuk para akademisi daerah setempat hingga tercetuslah program Tulang Bawang Barat Cerdas

Berbekal dukungan penuh dari Pemerintah Daerah (Bupati), Dinas Pendidikan Tuba Barat pun menindak lanjuti ide ini secara sungguh-sungguh. Dengan melibatkan tenaga profesional sebagai Project Officer Tuba Barat Cerdas, program yang digawangi langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Tuba Barat juga mengajak guru-guru, kepala sekolah serta pengawas untuk mewujudkan dan menjalankan ide tersebut. Dinas Pendidikan ingin memperlihatkan kesungguhannya membuat sebuah program yang berkualitas dan dikelola secara profesional. Bukan hanya program, tetapi Tuba Barat Cerdas merupakan sebuah gerakan yang mengajak putra-putri daerah Lampung maupun di luar daerah Lampung untuk turut serta memajukan pendidikan di Kabupaten Tuba Barat. Dengan menjadi bagian dari masyarakat Lampung selama satu tahun, mengajar di Sekolah Dasar, untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan masyarakat yang sadar serta terlibat dalam kemajuan pendidikan.

“Itu merupakan presentasi yang sangat menarik”, ujar salah satu mahasiswa. “kami belajar banyak dan saya khususnya ingin berpasrtisipasi dalam program ini setelah saya lulus nanti”

Program yang digawangi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Yayasan Indonesia Mengajar ini memiliki beberapa tahap perekrutan Pengajar Cerdas – julukan pengajar program Tulang Bawang Barat Cerdas- diantaranya pendaftaran, seleksi I, seleksi II, seleksi III, pelatihan, penugasan, dan pascapenugasan. Pendaftaran dimulai pada tanggal 1 Juni 2015 sampai 31 Juli 2015 dengan mengakses laman resmi program www.tulangbawangbaratcerdas.org (Fd)

Unila Peringati Hari Pendidikan Nasional

Pengibaran Bendera

Pengibaran Bendera

(Eduspotnews): Universitas Lampung (Unila) peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015 di Lapangan Sepak Bola Unila, Senin (4/5) pagi. Peringatan Hardiknas yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., ini berlangsung hikmad.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Dilanjutkan dengan pembacaan amanat Menteri Pendidikan oleh inspektur upacara. Turut hadir dalam upacara tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan, mahasiswa, darma wanita, dan beberapa undangan lainnya.

Dalam amanatnya disebutkan, menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), aliran barang, tenaga kerja terampil, dan investasi antarnegara ASEAN menjadi lebih bebas. Di sisi lain tuntutan masyarakat terhadap perguruan tinggi meningkat.

Melalui tema Dengan Hari Pendidikan Nasional Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi Untuk Mendukung Daya Saing Bangsa dirasa sesuai untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Banyak usaha yang dilakukan pemerintah juga perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Namun jumlah perguruan tinggi yang masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia, peningkatan jumlah publikasi yang masuk indeks bereputasi, jumlah perguruan dan prodi terakreditasi unggul, dan jumlah program studi terakreditasi internasional adalah di antara sasaran mutu pendidikan tinggi yang masih jauh dari harapan.

Di sisi lain harapan masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat. Masyarakat beranggapan perguruan tinggi tidak hanya cukup melaksanakan pendidikan tinggi bermutu melainkan mampu mendukung daya saing bangsa melalui penelitian inovatif berdampak ekonomi langsung pada masyarakat.

Dengan meningkatnya anggaran penelitian lewat BOPTN, di mana pada tahun 2015 anggaran BOPTN mencapai Rp4,55 triliun, maka penelitian di perguruan tinggi bisa dilanjutkan sampai pada komersialisasi/hilirisasi ristek pendidikan tinggi dalam kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. “Maka sinergi program, sumberdaya, pengalaman, jaringan, Ristek-Dikti bisa dilakukan dan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi menjadi semakin mungkin dilakukan,” papar Hasriadi saat menyampaikan amanat upacara.

Dua cara pendidikan tinggi dalam memberikan dukungan terhadap daya saing bangsa yakni dengan melahirkan tenaga terampil yang dibutuhkan lapangan kerja dan menghasilkan inovasi bermanfaat ekonomis bagi masyarakat. Sumber : www.unila.ac.id

BERITA DUKA

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un

Drs. Samsi, M.Si (1961-2015)

Drs. Samsi, M.Si
(1961-2015)

Segenap Pimpinan dan Civitas Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Turut Berduka Cita

atas meninggalnya Putra Terbaik Bangsa: Drs. Samsi, M.Si (Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial)

Alamat Rumah : Perum Griya Gedung Meneng Blok B5 No. 4 , kelurahan Kedaton, Bandar Lampung.
Semoga Amal Kebaikan Selama di Dunia diterima disisi Allah Shubhanallahu wa ta’ala.
aamiin ya Robbal ‘alamin