Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dan 12 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten, melaksanakan rapat bersama dengan Pimpinan FKIP Universitas Lampung yang dalam hal ini hadir Para wakil Dekan FKIP Universitas Lampung dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, Jumat, (11/3) bertempat di Ruang Sidang Dekanat FKIP Universitas Lampung.

Rapat ini membahas tentang beasiswa yang diberikan kepada putra-putri terbaik dari masing-masing daerah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Beasiswa yang diberikan selama 8 semester atau 4 tahun dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi ini diberikan kepada mahasiswa yang lolos seleksi masuk pada program studi Pendidikan Bahasa Lampung. Ini bukti dari keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus melestarikan Budaya Lampung yang mana bekerjas sama dengan FKIP Universitas Lampung menjadi rumah untuk menciptakan para calon pendidik Bahasa Lampung yang Unggul adaptif.

Saat ini memasuki pada semester kedua, tentunya ada masukan dan saran untuk kedepannya akan berjalan lebih baik, yang mana beberapa poin yang menjadi pembahasan

  • Konsekuensi terkait mahasiswa yang mengundurkan diri
  • Program Studi memonitor setiap mahasiswa penerima beasiswa agar tetap bertahan
  • Surat kepastian dari dinas Pendidikan dan kebudayaan yang belum menyalurkan dana beasiswa untuk dikirimkan ke Unila
  • Transfer beasiswa dan biaya hidup mahasiswa

Beberapa masukan yang di dapat salah satunya dari Dinas Provinsi memberikan masukkan bagi Unila ketika melakukan penerimaan mahasiswa lebih selektif lagi dan memberikan masukkan untuk memberi konsekuensi aturan yang ketat seperti sekolah kedinasan bagi mahasiswa yang mengundurkan diri. Meminta gambaran dan alternatif dari Unila bagi 2 orang mahasiswa dari provinsi yang mengundurkan diri untuk disampaikan ke pimpinan. Kemudian ada juga masukan dari Kabupaten Mesuji, memberikan masukan terkait dibuat mekanisme prosedur pemberian beasiswa bagi mahasiswa, karena nyatanya tidak ada perjanjian mahasiswa dengan pemda. Selain itu, memberikan sousi kalau bisa jika ada mahasiswa mengundurkan diri bisa digantikan oleh masyarakat/mahasiswa di wilayah masing-masing.

Kemudian terdapat Alternatif utama bagi mahasiswa yang mengundurkan diri akan digantikan dengan mahasiswa regular di wilayah kabupaten yang belum menganggarkan beasiswa. Alternatif lainnya, mahasiswa yang mengundurkan diri akan digantikan dengan mahasiswa regular berstatus mahasiswa aktif di wilayah kabupaten tsb.

Kedepan akan Diagendakan pertemuan antara FKIP Unila, Dinas Pendidikan dan Kebudayan, serta mahasiswa terkait penandatangan perjanjian beasiswa.

By eduspot

Leave a Reply

Your email address will not be published.