Informasi Penting

INFO KKN-K TERINTEGRASI 2013

Pada tahun akademik 2013 Universitas Lampung menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam dua model yaitu KKN Non Kependidikan dan KKN Kependidikan. KKN Non Kependidikan diikuti oleh tujuh Fakultas di Universitas Lampung, sedangkan KKN Kependidikan hanya diikuti oleh mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. KKN Kependidikan yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diintegrasikan dengan Program Pengalaman Lapangan. Model KKN ini disebut KKN Kependidikan Terintegrasi dan disingkat KKN-K Terintegrasi.

KKN-K Terintegrasi FKIP Unila terdiri atas dua program kegiatan yaitu KKN Kependidikan yang dilaksanakan di masyarakat dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Program kegiatan KKN di masyarakat merupakan Kuliah Praktik Lapangan dengn SKS 3, sedangkan PPL di sekolah dengan jumlah SKS 4.  Waktu pelaksanaan KKN-K Terintegrasi adalah 75 hari (dua setengah bulan). Dengan demikian selama waktu dua setengah bulan tersebut mahasiswa akan mendapatkan 7 SKS secara sekaligus.

PESERTA KKN-K TERINTEGRASI

Mahasiswa FKIP Unila yang mendaftar KKN-K Terintegrasi  2013 berjumlah 998. Setelah diverifikasi, mahasiswa yang memenuhi persyaratan mengikuti mata kuliah praktik lapangan adalah 985. Jumlah ini masih sementara dan kemungkinan masih berkurang sebab kegiatan pembekalan belum berakhir. Mahasiswa tersebut tersebar pada 4 jurusan (Jurusan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa dan Seni, Jurusan pendidikan MIPA, dan Jurusan Pendidikan IPS) dan 14 program studi dari 15 program studi yang ada. Program Studi PGPAUD belum bisa mengikuti KKN-K Terintegrasi karena mereka baru menyelesaikan semester 4. Lebih jelasnya sebaran mahasiswa yang mengikuti KKN-K Terintegrasi tahun 2013 tertera di dalam tabel di bawah ini.

 NO.

JURUSAN

PROGRAM STUDI

JUMLAH

1

Pendidikan Bahasa dan Seni Pend. Bahasa  Indonesia 73
Pend. Bahasa Inggris 78
Pend. Seni Tari 37

2

Pendidikan MIPA Pend. Biologi 69
Pend. Matematika 69
Pend. Kimia 61
Pend.Fisika 73

3

Pendidikan IPS Pend. Sejarah 77
Pend. Geografi 73
PKn 81
Pend. Ekonomi 86

4

Ilmu Pendidikan Penjasrek 58
Pend. BK 42
PGSD 108
  Total   985

 

Lokasi KKN-K Terintegrasi

Lokasi KKN-K Terintegrasi FKIP Unila akan dikonsentrasikan pada tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Barat, Kabupataen Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Pesisir Barat. Kabupaten Lambar yang paling banyak karena teridiri atas 9 kecamatan, 39 desa, dan 44 sekolah. Kabupaten Tulang Bawang Barat terdiri atas 8 kecamatan, 35 desa, dan 35 sekolah. Adapun Kabupaten Pesisir Barat terdiri atas 3 kecamatan, 14 desa dan 15 sekolah.

Berdasarkan masukan pada saat sosialisasi, Pemda Lambar mengusulkan agar ada penambahan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Suoh dan Kecamatan Lambok Seminung. Lokasi KKN-K Terintegrasi wilayah Kapupaten Pesisir Barat tidak ada perubahan tempat baik kecamatan, desa, maupun sekolah. Lokasi KKN-K Terintegrasi wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat belum bisa dipastikan apakah ada perubahan atau tidak karena belum disosialisasikan.

SOSIALISASI KKN DI WILAYAH LAMPUNG BARAT

 Sosialisasi KKN-K terintegrasi dilaksanakan pada hari Senin 6 Mei 2013 di ruang rapat Bupati Lampung Barat. Sosialisasi tersebut dimulai pukul 09.30 sampai dengan pukul 12.00. sosialisasi KKN dilakukan oleh penanggung jawab KKN-K Terintegrasi FKIP Unila (Dr. H. Bujang Rahman, M.Si) di dampingi oleh Pembantu Dekan I FKIP Unila (Dr. H. M. Thoha B.S. Jaya, M.S.), Ketua PLT FKIP Unila (Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd.), Sekretaris PLT (M. Basri, S.Pd.,M.Pd.), Ketua Unit Publikasi Ilmiah (Budi Kadaryanto, S.Pd, M.A.), dan tiga orang crew Eduspot. Peserta sosialisasi terdiri atas Sekretaris Daerah Bupati Lampung Barat, para asisten bupati, inspektur, para camat, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat, para kepala sekolah, dan Kepala-kepala desa. Sosialisasi dipandu oleh Asisten I Bupati Lampung Barat, sambutan oleh Sekretaris Daerah Lampung Barat, dan pemaparan KKN-K Terintegrasi oleh Dekan FKIP Unila.

Materi sosialisasi antara lain filosofi KKN-K Terintegrasi, prinsip dasar, tujuan, sasaran, tema-tema KKN, serta tata alur pelaksanaannya. Di samping itu, materi sosialisasi dilengkapi dengan sebaran wilayah atau lokasi KKN yang terdiri atas 9 kecamatan dan 39 desa. Sekolah yang diusulkan untuk kegiatan PPL sebanyak 44 sekolah yang terdiri atas 9 SD/MI, 21 SMP/MTs, dan 14 SMA/MA. Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN dan PPL sebanyak 481 mahasiswa yang terdiri atas 4 jurusan dan 14 program studi.

Atas dasar usulan para camat dan kepala sekolah ada beberapa sekolah yang dinyatakan kurang layak dijadikan tempat PPL mahasiswa FKIP Unila dengan alasan tidak rasional antara jumlah siswa dan praktikan. Begitu pula, lokasi KKN agar ditambah terutama pada daerah-daerah pemekaran. FKIP Unila akan mengakomodasi semua usulan tersebut dan dimungkinkan akan ada perubahan jumlah kecamatan, jumlah desa, dan jumlah mahasiswa yang akan melaksanakan Program KKN-K Terintegrasi di Kabupaten Lampung Barat.

KKN-K TERINTEGRASI DI WILAYAH PESISIR BARAT

Sosialisasi KKN-K Terintegrasi dilanjutkan di Kabupaten Pesisir Barat pada hari Selasa 7 Mei 2013 di Aula SMAN 1 Krui. Acara sosialisasi tersebut dimulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 12.00. Seperti hari sebelumnya sosialisasi KKN dilakukan oleh penanggung jawab KKN-K Terintegrasi FKIP Unila yang didampingi oleh PD I FKIP Unila, Ketua Unit Praktik Lapangan Terpadu(PLT), Sekretaris PLT, Ketua Unit Publikasi Ilmiah dan crew Eduspot. Peserta sosialisasi KKN-K Terintegrasi diikuti oleh pejabat Bupati Pesisir Barat, para uspida, Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Barat, para camat, para kepala sekolah, dan para kepala desa. Acara sosialisasi diawali dengan sambutan Bupati Pesisir Barat dan dilanjutkan dengan presentasi KKN-K Terintegrasi oleh Dekan FKIP Unila.

Materi sosialisasi yang disampaikan sama dengan materi KKN-K Terintegrasi di Lampung Barat. Karena Kabupaten Pesisir Barat adalah kabupaten yang baru terbentuk, lokasi/tempat KKN hanya terdiri atas 3 kecamatan dan 14 desa. Begitu pula, sekolah yang diusulkan untuk kegiatan PPL hanya 15 sekolah yang terdiri atas 11 SMP/MTs, dan 4 SMA/MA. Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN dan PPL sebanyak 150 mahasiswa yang terdiri atas 4 jurusan dan 13 program studi, sedangkan 1 Program Studi PGSD tidak ditempatkan di wilayah Kabupaten Lampung Barat.

Pada saat sosialisasi, Dekan FKIP Unila juga menjelaskan tentang berbagai pertimbangan dipilihnya Kabupaten Pesisir Barat sebagai lokasi KKN antara lain wilayah tersebut dapat diakses dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, tidak dalam keadaan konflik, dan tersedianya berbagai jenjang sekolah. Tata alur pelaksanaan KKN-K Terintegrasi dari penerimaan peserta, pelaksanaan kegiatan, sampai dengan penarikan mahasiswa juga dijelaskan oleh dekan. Begitu pula, kegiatan observasi yang akan dilaksanaka oleh dosen pembimbing lapangan sebelum pelaksanaan KKN. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mendapatkan gambaran tentang monografi desa dan keadaan sekolah yang akan dijadikan tempat KKN-K Terintegrasi. Dengan cara ini mahasiswa dapat menyusun program kegiatan KKN dan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa dan sekolah.

2 thoughts on “Informasi Penting

  1. dengan pola KKN-KT ini, mahasiswa FKIP Unila di daerah terpencil dapat “belajar dan mengabdi” kepada warga masyarakat yang selama ini tidak tersentuh dengan pelaksanaan PPL, bravo FKIP Unila !

Tinggalkan Balasan