KERJASAMA FKIP UNILA DENGAN DEAKIN UNIVERSITY AUSTRALIA

FKIP UNILA GOES TO TAHILAND, MALAYSIA AND SINGAPORE

Edukatif - Inovatif yang Religius

 

Call For Paper KPK Republik Indonesia

CALL FOR PAPERS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan INTEGRITAS, Jurnal Antikorupsi, menerima artikel atau tulisan dengan subyek sebagai berikut:

  1. Kajian teoretis dan konseptual mengenai persoalan korupsi dan pemberantasan korupsi
  2. Hasil penelitian empiris dengan tema “Korupsi Sumber Daya Alam”
  3. Eksaminasi Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Untuk itu Redaksi INTEGRITAS mengundang para akademisi, pengamat, praktisi dan mereka yang berminat untuk memberikan tulisan mengenai subyek tersebut di atas. Naskah dapat berupa hasil kajian teoretis dan konseptual, penelitian empiris, eksaminasi putusan sidang Tindak Pidana Korupsi dan resensi buku yang belum pernah dipublikasikan di media lain. Setiap tulisan yang akan dikirimkan harus memenuhi ketentuan pedoman penulisan Jurnal Antikorupsi. Setiap artikel atau naskah yang dimuat akan mendapatkan honorarium penulisan dan bukti pemuatan berupa 2 (dua) eksemplar Jurnal INTEGRITAS.

SYARAT DAN KETENTUAN

  1. Naskah yang dikirim merupakan karya ilmiah original, basil pemikiran atau hasil riset empiris dan tidak mengandung unsur plagiarism
  2. Artikel yang dikirim belum pernah dipublikasikan sebagian atau seluruhnya di jurnal lain, media cetak,buku, hand out, atau seminar
  3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia, terdiri dad 5.000-8.000 kata maksimal 20 halaman (dalam format Word)
  4. Artikel dikirim selambat-lambatnya pada tanggal 24 Juli 2015, artikel yang lolos seleksi akan diberitahukan paling lambat 24 Agustus 2015
  5. Hak penerbitan dan publikasi atas artikel yang terpilih menjadi hak milik Komisi Pemberantasan Korupsi
  6. Penulis harus mengirimkan artikel dalam file Word (.doc, .docx atau .rtf) dan identitas penulis (CV) melalui e-mail yang ditujukan kepada: integritas@kpk.go.id

PEDOMAN PENULISAN

  1. Menggunakan tipe huruf Times News Roman ukuran font 12 , dengan spasi 1,5. Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 (210 mm x 297 mm) menggunakan format satu kolom, dan margins: last costum (top 2,5 cm; left 2,5 cm; bottom 2,5 cm; right 2,5 cm).
  2. Naskah ditulis dalam format jurnal dengan sistem bariskredit (byline)
  3. Abstrak/sinopsis tidak lebih dad 400 kata. Ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), diikuti dengan sedikitnya 4 kata kunci (keywords)
  4. Daftar Referensi/Daftar Pustaka memuat sumber yang dikutip di dalam penulisan artikel. Hanya sumber yang diacu yang dimuat dalam daftar referensi ini Penulisan sitasi dibuat “in-text citation“, misalnya: untuk satu penulis (Rose-Arckerman 1999: 57); untuk dua penulis (Rose-Ackerman dan Hellman 2006: 9); untuk tiga penulis (Rose-Ackerman, Hellman dan Alatas 1994: 83); untuk lebih dari tiga penulis (Rose-Ackerman et al. 2010) – dengan catatan et al. ditulis cetak miring. 

Diklat Pengetahuan Dunia Kerja Persiapkan Mahasiswa Bidikmisi Lebih Berdaya Saing

Foto Bersama Mahasiswa Bidikmisi Angkatan II

Foto Bersama Mahasiswa Bidikmisi Angkatan II

(Eduspotnews) Sesuai pedoman terkait tujuan adanya beasiswa bidikmisi, para mahasiswa dipersiapkan menjadi lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial. Para lulusan dari para penerima beasiswa ini pun diharapkan mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Mengingat prestasi akademik yang baik saja tidak menjamin menjamin lulusan suatu perguruan tinggi akan mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Sebaliknya, meskipun nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pas-pasan, juga tidak sedikit alumni yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Ini dikarenakan lapangan pekerjaan yang ditemui biasanya mencantumkan kriteria khusus dalam proses rekrutmen tenaga kerjanya.

Atas dasar itu, Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Universitas Lampung, Selasa (1/7/2015), menggelar pelatihan persiapan memasuki dunia kerja. Pelatihan yang dilaksanakan beberapa hari di awal bulan Juli 2015 ini  dan dikhususkan bagi para mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Diharapkan melalui kegiatan ini para mahasiswa Bidikmisi, tidak hanya mampu meraih prestasi akademik di bangku kuliah, tetapi juga mampu berprestasi setelah di wisuda dengan menekuni lapangan pekerjaan yang membanggakan.

“Mahasiswa bidikmisi merupakan orang yang telah diseleksi sedemikian rupa, oleh karena itu para penerima beasiswa ini pun perlu menerima kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana yang tercantum dalam pedoman beasiswa bidikmisi,” terang Muhammad Fuad selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat membuka diklat.

Saat ini banyak dunia usaha dan lapangan pekerjaan baik swasta maupun pemerintahan yang menetapkan kreteria-kreteria tertentu dalam merekrut tenaga kerja atau pegawainya. Bermodal nilai IPK yang tinggi saja terkadang tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan.

Pemateri yang dihadirkan merupakan para akademisi Unila yang ahli di bidangnya. Mereka antara lain yaitu Dr. Sunyono, M.Si.; Budi Kadaryanto, S.Pd.; Diah Utaminingsih, S.Psi, M.A, Psi., M.A; Antomi Saregar, S.Pd., M.Sc, M.Si., dan beberapa pemateri handal dari berbagai disiplin ilmu.

Pada pelatihan ini, para mahasiswa dibekali beberapa materi tentang persiapan memasuki dunia kerja, diantaranya tips dan trik menghadapi wawancara dan psikotest, konsep surat lamaran kerja yang baik, bagaimana cara mencari lapangan pekerjaan yang sesuai dengan basis keilmuan, dan juga para mahasiswa dibekali bagaimana cara menciptakan lapangan pekerjaan dengan gambaran berbagai kebutuhan masyarakat saat ini. Terdapat 151 mahasiswa semester VIII yang masuk dalam angkatan II Bidikmisi FKIP ini. Jumlah ini sudah termasuk 34 orang yang telah di wisuda dan 11 orang lain diantaranya sudah ujian komprehensif.

Selain pelatihan ini, pihak kemahasiswaan FKIP juga telah melaksanakan berbagai pelatihan bagi para mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Hal ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kreativitas, sehingga para mahasiswa Bidikmisi mampu mengukir prestasi baik di internal maupun eksternal kampus. (Rf)

Jelang Pelaksanaan PPG, FKIP – YP Unila Tanda Tangani MoU

Serah Terima Surat Perjanjian Kerja Sama

Serah Terima Surat Perjanjian Kerja Sama

(Eduspotnews) Guna mempersiapkan kelengkapan persyaratan pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Lampung (Unila) bekerjasama dengan Yayasan Pembina (YP) Unila, Senin (29/6) melaksanakan perjanjian kerjasama (MoU) terkait fasilitas yang kelak akan dijadikan tempat pelaksanaan PPG. Perjanjian kerjasama ini dihadiri langsung Rektor Unila, Prof. Sugeng P. Harianto, Dekan FKIP, Bujang Rahman dan  Ketua YP Unila, Rizani Puspawijaya di ruang sidang FKIP Unila.

Program PPG yang mencakup perkuliahan, praktikum, dan praktek pengalaman lapangan ini berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan-melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan, sehingga memerlukan fasilitas yang harus memadai.

Perjanjian kerja sama yang dibangun oleh FKIP dan YP Unila ini mencakup beberapa poin kesepakatan antara lain yakni FKIP dapat menggunakan dan memelihara fasilitas pembelajaran yang telah disediakan oleh pihak YP Unila. Pihak YP Unila juga berhak memonitoring pelaksanaan alat dan fasilitas serta turut mengawasi pelaksanaan program kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di laboratorium (SMA YP. Unila). FKIP selaku LPTK penyelenggara PPG berkewajiban menyusun perencanaan program kegiatan mahasiswa dan dosen FKIP Unila yang akan melaksanakan kegiatan PPL di Laboratorium setiap awal tahun pelajaran.

Dalam sambutannya Dekan FKIP Bujang Rahman menyampaikan bahwa dengan dijadikannya SMA YP Unila sebagai laboratorium pembelajaran, maka jumlah lab yang digunakan untuk implementasi pembelajaran FKIP pun bertambah. Laboratorium sekolah yang sebelumnya telah “digandeng” FKIP Unila antara lain TK Dharma Wanita Bandar Lampung dan Sekolah Dasar Negeri di kampus B Metro.

Selain mempersiapkan alat dan fasilitas, Bujang juga menegaskan bahwa  program penempatan dosen di sekolah untuk mengajar juga merupakan salah satu syarat bagi para dosen yang nantinya akan menjadi narasumber di program PPG. “Dosen juga harus mengetahui bagaimana kondisi dan suasana saat mengajar siswa di kelas, hal ini diperlukan karena peserta PPG kelak bukan saja berasal dari LPTK,  tetapi juga non-LPTK yang notabene tidak dipersiapkan untuk mengajar siswa”, jelas Bujang saat di ruang sidang.

Rektor Unila Prof. Sugeng p. Harianto juga menambahkan bahwa laboratorium sekolah sangat penting peranannya mengingat makna lab sekolah berbeda dengan lab kimia atau lab-lab lainnya. Laboratorium sekolah merupakan tempat belajar mengajar dan juga analisis peserta didik oleh para pembelajarnya.

Memperkuat pernyataan pihak FKIP Unila, Rizani Puspawijaya selaku Ketua Pengurus YP Unila juga menyampaikan dukungannya agar sekolah tersebut dapat dipergunakan dengan maksimal.

“Sepanjang diperuntukkan untuk pendidikan maka manfaatkan secara maksimal, SMA YP Unila akan mensupport segala hal untuk PPG ini dari segi fasilitas”, tegas Rizani.

Perjanjian Kerja Sama ini tertuang pada Surat Nomor:3838/UN 26/3/DT/2015 dan Nomor:05/I.12.1/SMA YPU.19/VI/2015 yang selanjutnya menguraikan hak dan kewajiban pihak pertama dan kedua. Penanda tanganan disaksikan langsung para dosen FKIP Unila dan perwakilan dari SMA YP Unila. (Rf)