FKIP Unila Kembangkan Inovasi melalui Vokasi UMKM Goes to Digital

(Eduspotnews, EDU UMKM) :Dengan mengusung tema “Program Pengembangan & Pemberdayaan Kampus Sebagai Salah Satu Agregator Produk UMKM Lokal di Era Industri Digital”, Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Informasi dan Unit Database & Publikasi Ilmiah FKIP Unila menjalin kerjasama dengan Forum UKM Digital Kreatif Indonesia (FUDiKI) dengan bangga mempersembahkan kegiatan Seminar dan pelatihan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. UMKM dipandang sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia yang jumlahnya melebihi dari 50 juta pengusaha. Memasuki era industri digital saat ini, produk UMKM lokal justru belum maksimal dalam menembus pasar tanpa batas yaitu pasar digital (online).
Menurut Ketua Unit Database & Publikasi Ilmiah Diah Utaminingsih, S.Psi,M.Psi. mengatakan diselenggarakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang bertujuan menciptakan dan menumbuhkan entrepreunership dikalangan pegawai, mahasiswa dan masyarakat umum, FKIP yang memiliki Motto Edukatif, Inovatif yang Religius dengan harapan timbul inovasi inovasi baru yang akan menjadi sumbangan kegiatan yang bermanfaat dan tepat guna.
Kegiatan seminar nasional yang diikuti oleh ratusan mahasiswa, pegawai dan pelaku UMKM sebagai pesertanya. Seminar nasional yang menghadirkan dua (2) narasumber dan workshop di pandu oleh Harjianto, narasumber tersebut diantaranya :

Materi : Membangun Arsitektur Ekonomi Pancasila
Nama : Prof. Yudi Haryono, Ph.D.
Education :
 2006, Ph.D Political Scient, Duke University USA
 2002, Master Postgraduate Departement of Politic University of Indonesia
 1999, Doktorandus Islmic Law Faculty (Majoring on Political Studies) State Institute of Islamic Studies (IAIN) Semarang, Midle Java
 1992, Islamic Modern Boarding School Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java (Senior High School)
Work Experience :
 Executive Director, Nusantara Centre, 2010 – present
 Senior Consultant, Setjen-Kemendagri, 2010 – 2014
 Junior Lecturer, IAIN Walisongo Semarang, 2006 – 2009

Materi : Urgensi Badan Nasional Tata Kelola UMKM
Nama : Ir. TJAHJO RURUH DJATMIKO MM.MBA
Education :
 S1 Teknik elektro Telekomunikasi
 S2 Business Telecommunication
 S2 Business Administration
 Voice Processing System Digital Sound USA
 Measuring Equipment Metal & Optic Cable Tomen Corp.Japan
 Leadership University Malaysia
 Emerging Infrastruktur and Network CISCO

Work Experiece
 Ketua Umum Forum UKM Digital Kreatif Indonesia 2017 – sekarang
 Expert Rumah Kreatif 2017
 Advisor UKM Digital 2015 sd 2017
 Senior Manager Business Dev.PT.SPM 2013 sd 2014
 Manager Analys Finance and Banking 2006 sd 2010

Ketua Pelaksana Amarulloh, M.Kom. ketika ditemui usai acara, Sabtu (7/04/2018), mengatakan Akademisi kampus diharapkan mampu berperan aktif sebagai salah satu Agregator dalam menangani salah satu permasalahan yaitu “Access To Commerce” yang dihadapi para pengusaha UMKM. Sehingga, Kampus mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi mahasiswanya sebagai Pebisnis online dengan mengangkat potensi produk UMKM daerahnya masing-masing “Atas dasar itulah, kami menyelenggarakan kegiatan seminar nasional dengan bertemakan “Program Pengembangan & Pemberdayaan Kampus Sebagai Salah Satu Agregator Produk UMKM Lokal di Era Industri Digital”,” tuturnya.
Lebih jauh, Amrul menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar nasional tersebut diantaranya Produk UMKM lokal lebih dikenal oleh kalangan mahasiswa, sehingga terciptanya rasa untuk membela & membeli, terciptanya sociopreneur dan digitalpreuner dikalangan mahasiswa, sehingga mahasiswa akan berani belajar mandiri untuk berwirausaha, terciptanya startup mahasiswa seperti agen marketing online, periklanan, jasa desain dan lainnya, itulah tujuan utama kami menyelenggarakan kegiatan seminar nasional ini jelasnya.
Seminar Digitalisasi UMKM digelar oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung bekerjasama dengan Nusantara Centre dan Fudiki, Sabtu (07/04/18).

Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, UMKM di dorong untuk menuju digitalisasi supaya monitoring dapat satu pintu. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab verifikasi data sangat penting untuk menggulirkan kebijakan penata kelolaan UMKM. “Data dari berbagai sumber sangat berbeda secara kuantitatif, bagaimana akan serius membangun ekonomi riil?” Tegas Tjahyo Ruruh Djatmiko sebagai salah satu pemateri, Sabtu ( 07/04/18) Lebih jauh Cahyo menerangkan, bahwa data eksistensi pelaku UMKM menurun drastis lebih dari 50%. “Hal itu menandakan proteksionisme terhadap UMKM kurang serius, kerena data ga sinkron kebijakan tidak optimal. Solusinya memang harus satu pintu monitoring secara digital” Tutup Cahyo.Untuk mewadahi dan menempuh road map itu perlu ditata kembali dengan penanganan serius melalui Badan Tata Kelola yang fokus menangani UMKM.(src: inovasi.co, edu crew).

 

Tinggalkan Balasan