Gloraska, Perlombaan Tingkat Nasional Pendidikan Fisika FKIP

Eduspotnews Program Studi Pendidika Fisika FKIP Universitas Lampung menghelat Gelaran Olimpiade Sains dan Silaturahmi Pendidikan Fisika (GLORASKA) 2017. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh forum komunikasi prodi Pendidikan Fisika yang tergabung dalam Aliansi Mahasisma Pendidikan Fisika (Almafika).  Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Pecahkan Keterbatasanmu dengan Kepercayaan Diri Guna Membangun Pribadi Berdaya Saing Tinggi”.  Rangkaian kegiatan GLORASKA dimulai dari 15 Februari 2017 dan berakhir pada 23 April 2017.

GLORASKA terdiri atas 4 kategori cabang lomba. Rangkaian kegiatan tersebut antara lain: (1) Micro Teaching Tingkat Mahasiswa se- Indonesia, yang diikuti oleh beberapa Universitas se-Indonesia untuk berkompetisi dalam ajang memeragakan simulasi pembelajaran fisika, (2) Olimpiade Fisika Tingkat SMP/MTs/Sederajat se-Provinsi Lampung, (3) Kompetisi Fisika Cerdas Tingkat SMA/MA/Sederajat se-Provinsi Lampung, dan (4) Futsal Tingkat Mahasiswa dan Umum se-Provinsi Lampung.

Menurut Dana salah satu peserta cabang lomba KFC asal Prinsewu menyatakan bahwa, lomba ini terdapat teori dan praktik, maka selaku tim yang turut bertanding, mereka sudah mempersiapkan diri dengan matang. Ia menuturkan bahwa sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi ini sejak tiga minggu yang lalu.

“Minggu pertama dihabiskan untuk mempelajari soal-soal teoritik, minggu kedua fokus untuk praktikum dan sisa di minggu ketiga digunakan untuk me-review soal-soal”, urainya saat diwawancarai Eduspot.

Beragam kegiatan program studi khas Fisika yang diusung oleh Almafika ini mendapat dukungan penuh dari pihak Fakultas. Sebagaimana penuturan Drs. Supriyadi, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Universitas Lampung.

“Acara seperti ini merupakan acara yang harus di dukung penuh, bagi peserta jangan merasa takut gagal, karena bisa jadi kita hari ini belum berhasil, tapi dengan berkompetisi menjadikan kita mempercepat langkah menggapai prestasi”, pungkas Supriyadi saat membuka gelaran acara.

Ia juga menambahkan bahwa, mahasiswa pendidikan Fisika, tidak hanya memapu berfikir analitis, tetapi juga mampu aktif dalam gerak tari sebagaimana penampilan pembuka acara dengan pertunjukan tari Saman, Siger Pengunten dan kemampuan bahasa inggris yang baik oleh para mahasiswa pendidikan Fisika.

Sejalan dengan prestasi yang harus dikembangkan baik tingkat mahasiswa, kini calon-calon guru yang menempuh pendidikan pada jenjang strata 1, mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dalam melaksanakan sebuah ajang kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.  Pengalaman adalah guru yang paling baik, pepatah itu dirasa tepat untuk memberikan gambaran secara luas dalam upaya pembelajaran bagi adik-adik tingkat dan program studi lain untuk lebih produktif mengembangkan bidang keilmuan yang dimilikinya. [Cyi/Lis/Dim/As]

Tinggalkan Balasan