Pelatihan Softskill dan Kewirausahaan Purna Bakti Oleh Sub Bagian Perencanaan dan Kepegawaian

0
49

_mg_5259Eduspotnew Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan Kegiatan Softskill Dan Kewirausahaan Bagi Purna Bakti Dosen Dan Karyawan pada Selasa (28/02). Dekan FKIP Unila, Dr. Muhammad Fuad menyampaikan dalam sambutannya terdapat 19 warga FKIP dari dosen dan tenaga pendidikan yang akan purna bakti pada tahun 2017 ini, walau dengan masa purna baktinya berbeda-beda, fakultas mengambil kebijakan para purna bakti pada kegiatan ini, yakni pelatihan softskill dan kewirausahaan.

“FKIP akan memberikan hak-hak sepenuhnya kepada bapak ibu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masa purnabakti atau yang lazim disebut dengan istilah pensiun diidentikkan dengan masa istirahat dan berkurangnya aktivitas. Namun apabila masa purnabakti dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, justru akan memberikan peluang yang besar untuk mewujudkan gagasan-gagasan yang mungkin terpendam ketika aktif bekerja,” terang Fuad.

Masa purna bhakti atau lebih dikenal dengan sebutan pensiun merupakan situasi yang bagi sebagian individu tidaklah mudah dan ringan dalam menghadapinya, padahal memasuki usia pensiun merupakan kondisi dan situasi yang tidak dapat dihindari dan setiap individu pasti akan mengalaminya.

Setiap  individu menyikapi masa pensiun  ini dengan secara berbeda. Ada yang sudah siap dan menyikapinya secara positif, ada yang belum siap, bahkan ada yang justru menghadapi masa ini sebagai  sesuatu yang menakutkan dan membuat mereka menjadi depresi.

Oleh karena itu, diklat “persiapan” bagi para dosen dan karyawan yang akan menuju masa purna bakti ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap para dosen dan pegawai di lingkungan FKIP Universitas Lampung yang akan memasuki masa purna bakti sehingga yang bersangkutan siap mental dan tetap berkarya pada masa purna bakti. Diharapkan nantinya setelah mengikuti diklat ini, para peserta mampu untuk :

  1. mengidentifikasi minat usaha yang sesuai bagi potensinya;
  2. mempersiapkan psikologi dan kesehatan memasuki masa pensiun;
  3. menerapkan tips pengelolaan keuangan keluarga dan teori kewirausahaan dengan baik;
  4. mempelajari cara berwirausaha di bidang jasa, perdagangan, maupun produksi; dan
  5. memanfaatkan berbagai jenis jasa dan layanan perbankan bagi pensiunan.

Program ini dikemas sedemikian rupa dan merupakan pembekalan praktis dalam rangka menyikapi masa yang akan dihadapi setiap individu agar dengan demikian mereka akan lebih mampu  untuk menyesuaikan diri, mempersiapkan mental dan juga siap menghadapi situasi baru (masa pensiun) secara lebih effektif. [Rf]