Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus IKADBUDI Komisariat Lampung

921
Prosesi pelantikan Pengurus IKADBUDI Lampung oleh Prof. Sutrisna (Ketua Ikadbudi Pusat)
Prosesi pelantikan Pengurus IKADBUDI Lampung oleh Prof. Sutrisna (Ketua Ikadbudi Pusat)

(Edusptnews) Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia (IKADBUDI) Komisariat Lampung menggelar Pelantikan Pengurus yang dirangkai dengan kegiatan Seminar Nasional, pada Rabu (30/03) di aula K FKIP Universitas Lampung.

IKADBUDI merupakan organisasi profesi dosen bahasa, sastra, dan budaya daerah seluruh Indonesia yang didirikan atas dasar visi dan misi terwujudnya masyarakat akademik cendekia, cermat, dan peduli pada bahasa, sastra, dan budaya daerah yang beragam di seluruh Indonesia.

Mengingat bahwa bahasa merupakan salah satu sarana utama kebudayaan yang berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa kini terus berkembang sesuai perkembangan peradaban manusia. Karena bagian dari budaya dan peranannya terhadap manusia inilah, maka bahasa perlu dilestarikan. Terutama berkenaan dengan pemakaian bahasa daerah dan fungsinya sebagai identitas suatu daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKADBUDI ini menghadirkan ketua IKADBUDI Pusat, Prof. Dr. Sutrisna, M.Pd. yang sebelumnya telah dijadwalkan melantik secara resmi para pengurus IKADBUDI Komisariat Provinsi Lampung tahun 2016. Selain itu, hadir juga Prof. Dr. Suwardi, M.Pd., bertindak sebagai pemateri seminar nasional.

Pada pelaksanaannya, Prof. Sutrisna melantik Prof. Aom Karomani (Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila) menjadi ketua IKADBUDI Komisariat Provinsi Lampung. Karomani mengungkapkan kegembiraannya dengan menunjukan langkah pertamanya menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Penguatan budaya lokal menunjang promosi wisata lokal daerah Futuristis wisata nasional dan Internasional “. Kegiatan ini terselenggara atas kerjsama IKADBUDI dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Daerah FKIP Universitas Lampung.

Rektor Unila, Prof. Hasriadi Mat Akin mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menerangkan bahwa melalui kegiatan inilah salah satu langkah awal  internalisasi penguatan indentitas masyarakat Lampung itu sendiri. “Apabila orang hendak belajar teknologi, maka ia ke Jepang, tapi apabila orang hendak belajar tentang budaya Lampung dan interaksinya, maka ia harus ke Lampung”, tegas Hasriadi saat diwawancarai.

Maka dengan mengusung tema ini, IKADBUDI bertujuan agar hal-hal yang terkait budaya lokal baik segi bahasa maupun seni budaya dapat menjadi potensi tersendiri bagi Lampung. Momentum inilah yang IKADBUDI manfaatkan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap pelestarian dan pengembangan budaya lokal. [Rf]