FKIP Jadikan Fenomena Gerhana Matahari Sebagai Momentum Belajar dan Ibadah

934
Wadek 1 FKIP, Dr. Abdurrahman, M.Si. (Tengah), Kajur Fisika FMIPA, Dr. Yanti Yulianti, M.Si. (Kiri), Dosen Pend. Fisika FKIP, Leni Rumiyanti, M.Sc. (Kanan)
Wadek 1 FKIP, Dr. Abdurrahman, M.Si. (Tengah), Kajur Fisika FMIPA, Dr. Yanti Yulianti, M.Si. (Kiri), Dosen Pend. Fisika FKIP, Leni Rumiyanti, M.Sc. (Kanan)
hhhh7_32_40 - Copy
Hasil Pengamatan Teleskop. Jono Fisika ’09

(Eduspotnews) Beberapa mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Program Studi Pendidikan Fisika bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Fisika menggelar observasi bersama untuk mengamati gerhana matahari yang terjadi untuk wilayah Indonesia khususnya Provinsi Lampung, pada Rabu (9/3).

Fenomena alam langka ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa sebagai momentum untuk mempelajari bidang astronomi sekaligus beribadah. Berbeda dengan di Jakarta, Kota Bandar Lampung dan sekitarnya tidak mengalami gerhana matahari secara total. Penampakan fase bulan menutupi matahari hanya beberapa persen namun cukup jelas untuk diamati oleh mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam pengamatan ini.

Fase gerhana matahari terjadi kurang lebih mulai pukul 06.30 WIB sampai 08.30 WIB. Adapun, rentang waktu puncak gerhana hanya terjadi sekitar dua menit saja. Untuk pengamatan gerhana ini, tim dari Universitas Lampung memusatkan observasinya di puncak Bukit Balau, dimana lokasi ini merupakan tempat tertinggi untuk wilayah Kota Bandar Lampung.

Abdurrahman menjelaskan bahwa gerhana matahari ini merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mempelajari lebih jelas salah satu fenomena alam. Karena kompetensi mahasiswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan adanya kegiatan lapangan seperti ini. Ia berharap mahasiswa mampu membangun sikap ilmiah terhadap semua fenomena yang terjadi.

Cuaca Bandar Lampung yang terbilang cerah ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen dari FKIP dan FMIPA untuk melangsungkan sholat gerhana secara berjamaah yang ditutup dengan khutbah mengenai gerhana matahari yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FKIP Unila, Dr. Abdurrahman, M.Si. Ibadah sholat gerhana ini dimulai pukul 07.00 WIB dan selanjutnya disambung dengan pengamatan gerhana hingga selesai.

Adapun ketersediaaan alat-alat pengamatan antara lain teleskop, binoculer, kacamata matahari, laptop yang dilengkapi dengan program untuk melihat output foto teleskop. Dan salah satu gambar hasil pengamatan yang dicantumkan ini merupakan hasil capture dari Jono mahasiswa Fisika ’09. [Rf]