Bahas Penyusunan Kurikulum Dikti, FKIP Gelar Workshop Mutu Internal

1694
Prof. Warsito menyampaikan materi workshop mengenai kurikulum pendidikan tinggi
Prof. Warsito menyampaikan materi workshop mengenai kurikulum pendidikan tinggi

(Eduspotnews) FKIP Universitas Lampung selaku Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) di Provinsi Lampung, terus berupaya menyusun langkah-langkah strategis untuk membentuk struktur kurikulum yang masif, terstruktur, dan tervaliditas sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Salah satu upayanya FKIP melalui Unit Penjaminan Mutu Fakultas menggelar Workshop Evaluasi Mutu Internal Perkuliahan S1 dan S2 di ruang sidang dekanat, pada Jum’at (9/10).

Hadir sebagai pemateri workshop, Prof. Warsito, Ph.D dari LP3M Universitas Lampung menyampaikan secara rinci mengenai kurikulum yang kini ditetapkan pemerintah untuk digunakan pada perguruan tinggi. KKNI telah ditetapkan pada Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012  dan mengatur tentang ketentuan Kurikulum Pendidikan Tinggi serta kualifikasinya perjenjang. Ini juga diperkuat dengan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 tentang pendidikan tinggi.

Pada materi yang disampaikan, Prof. Warsito kembali mengingatkan para audiens akan prihal KKNI yang merupakan kerangka penjenjangan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang dapat menyetarakan luaran bidang pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Untuk mendorong hal tersebut, setiap program studi khususnya di FKIP Unila wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu internal untuk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran. Dalam menerapkan KKNI pada bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi mempunyai fungsi dan tugas yaitu :

  1. setiap program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan jenjang.
  2. setiap program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan kebijakan, regulasi, dan panduan tentang penyusunan kurikulum program studi.
  3. setiap program studi wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu internal untuk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran program studi.

“Perguruan tinggi mempunyai tugas melaksanakan monev yang isinya yakni monitoring yang meliputi proses pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan dan penggunaan informasi tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran hingga capaian pembelajaran,” urai Warsito saat menyampaikan materi.

Artinya di dalam tugas itu ter-include penetapan kompetensi lulusan yang jelas. Karena menurut pandangan Prof. Warsito, lulusan sekarang yang paling jelas luaran kompetensinya yang pertama Fakultas Kedokteran yang output-nya sarjana kedokteran dan profesi dokter, yang kedua adalah Fakultas Keguruan yang output-nya adalah guru. [Rf]