FKIP Bekali Auditor Internal Fakultas Dengan Pelatihan ISO 9001

265
IMG_1026

Sesi Penyampaian Materi ISO 9001

(Eduspotnews) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  terus membangun kepercayaan masyarakat dalam hal mutu dan kapabilitas layanan instansinya. Sehingganya, dalam mengawal pengakuan yang telah diberikan masyarakat terhadap mutu yang dimiliki ini, FKIP menyelenggarakan pelatihan persyaratan International Organization for Standardization (ISO) 9001, Teknik Dokumentasi dan Problem Solving bagi para para calon auditor internal.

ISO  9001 merupakan salah satu standar internasional dalam menetapkan beberapa persyaratan untuk sistem manajemen mutu dari input hingga output fakultas. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat selaku ‘pelanggan’ yang ikut serta menerima output yang dihasilkan FKIP. Guna memperoleh ISO 9001 tersebut, FKIP menghadirkan Vidya Consultans sebagai trainer dari pihak eksternal untuk pemateri pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan dua hari dari 19 hingga 20 Agustus 2015 bertempat di ruang sidang FKIP Universitas Lampung.

Pelatihan ini merupakan salah satu tanggung jawab Unit Penjaminan Mutu Fakultas untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan mutu fakultas baik sumber daya manusia (SDM) hingga pelayanan yang ada di FKIP sehingga kelak output berupa tenaga pendidik yang dihasilkan  pun bermutu. Sebanyak 22 peserta ikut serta dalam pelatihan ini. Beberapa diantaranya yakni Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Bagian hingga subbagian dan ketua unit.

Adapun cakupan pelatihan yang termasuk di dalam ISO 9001:2008 antara lain : Sistem Manajemen Mutu, Persyaratan dokumentasi, Tanggung Jawab Manajemen, Perencanaan, Pengelolaan sumber daya, Realisasi Output, Validasi Rekanan, Pengukuran, Analisis dan Perbaikan.

Tujuan diadakannya pelatihan ini antara lain dimaksudkan agar para peserta yang telah mengikuti  kegiatan ini dapat menjadi tim auditor yang nantinya mampu meng-audit sistem menejemen mutu internal. Sehingga salah satu fungsi tidak langsungnya, kesiapan proram studi dalam menghadapi visitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan termenejemen dengan baik.

Dekan FKIP Bujang Rahman sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kita akan menorehkan sejarah baru dalam peningkatan kualitas FKIP, oleh karena itu, marilah kita bekerjasama maksimalkan pelatihan ini dengan mengikutinya hingga akhir”, himbaunya saat sambutan pembuka.

“Kita memang memiliki sistem penjamin mutu secara internal lewat LP3M, namun penilaian mutu melalui ISO merupakan penjaminan mutu level internasional, sehingga hendaknya kita membangun budaya, mental dan maindset yang mulai masuk ke dunia global”.

Selanjutnya, Hanafi Sutjipto yang didampingi Adnan dari Vidya Consultans selaku trainer juga menekankan bahwa butuh komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menampilkan mutu yang yang diharapkan. Tak terkecuali dari pihak pengambil kebijakan hingga pelayanan ditingkat bawah oleh karenanya semua bagian harus paham tujuan yang telah ditentukan.

Adapun salah satu perbedaan BAN-PT  dengan ISO 9001 adalah jarak penilaian serta evaluasinya. Bila BAN-PT  dilaksanakan 5 tahun sekali, untuk penilaian ISO dilaksanakan evaluasi selama setahun sekali. Setiap lembaga yang menerapkan standar ini diwajibkan mengidentifikasi serta melaksanakan manajemen resiko. Aspek resiko menjadi bagian standar ISO 9001 yakni berkaitan dengan mutu. Hasil identifikasi risiko nantinya berujung  pada proses preventive action.

Jadi dalam menyelesaikan masalah organisasi tidak hanya menggunakan pendekatan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan, tetapi mulai merambah ke manajemen resiko dimana FKIP nantinya diminta memperhatikan prinsip-prinsip dalam manajemen resiko tersebut.

Selanjutnya, salah satu klausul pada materi pelatihan ini adalah teknik dokumentasi. Pada ISO 9001:2008, klausul 8.2.2 dinyatakan bahwa  organisasi (red. FKIP) diminta untuk menetapkan prosedur terdokumentasi untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit, penetapan rekaman dan pelaporan hasil. Menyimpan informasi terdokumentasi sebagai bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ISO 9001. Mengingat banyaknya arsip yang ada, namun sistem menejemennya belum memenuhi standar prinsip yang ditetapkan. [Rf]