Rektor Bacakan Puisi Di Akhir Pidato HUT RI Ke-70

1266


11871877_1486448984999594_1787804938_o(Eduspotnews)
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Universitas Lampung (Unila) menggelar upacara pengibaran bendera di lapangan sepak bola Universitas Lampung, pada Senin (17/8).  Hadir segenap pimpinan universitas beserta para jajaran dari dekan, dosen hingga karyawan. Pada upacara kali ini, pihak universitas  juga telah mengikutsertakan ribuan mahasiswa baru Unila angkatan 2015. Himbauan ini sudah disosialisasikan sebelumnya sejak pengambilan almamater.

Tampak petugas upacara berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka selaku pasukan pengibar bendera merah putih, Resimen Mahasiswa (Menwa) yang bertugas dibagian protokol acara, pemimpin upacara hingga pemimpin barisan, serta UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang ikut menyemarakkan suasana pagi di lapangan tersebut. Rangkaian upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diawali dengan gladi bersih selama kurang lebih 10 menit yang kemudian dilanjutkan  dengan pelaksanaan.

Sama seperti tahun sebelumnya, Rektor Universitas Lampung, Prof. Sugeng P. Harianto bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Pada amanat yang disampaikan, Rektor membacakan secara langsung kutipan naskah pidato Menteri Riset, Teknologi dan Dikti RI yang bertajuk “Ayo Kerja Membangun Kualitas Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Untuk Menghasilkan Inovasi Yang Unggul“.

Dalam penyampaian pidato ini, jargon “Ayo  Kerja, Ayo Kerja” terdengar menjadi titik tolak harapan pemerintah kepada segenap bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo dalam tekad Gerakan Nasional. Namun ada yang beda dalam naskah pidato kali ini. Ada beberapa untaian bait puisi karangan W.S. Rendra menjadi pengantar pidato Gerakan Nasional yang diusung pemerintah. Adapun potongan puisi yang dibawakan langsung oleh Rektor adalah sebagai berikut :

Hidup adalah untuk mengolah hidup.

Bekerja membalik tanah.

Memasuki rahasia langit dan samudra.

Serta mencipta dan mengukir dunia. Kita menyandang tugas.

Karena tugas adalah amanah.

Ayo kita kerja, demi tanah air Indonesia. Kesadaran adalah matahari.

Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakerawala.

Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata.

Ayo Kerja, Ayo kerja, Ayo Kerja.

Sebagaimana implementasi puisi yang dibawakan, tekad pemerintah menjadikan Gerakan Nasional Ayo Kerja, terfokus ke dalam 3 bidang prioritas nasional, yaitu kemaritiman, ketahanan pangan, dan kemandirian energi. Dalam bidang kemaritiman, adanya upaya kuat bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang meliputi pembangunan kebudayaan maritim hingga pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur penelitian kelautan.

Selanjutnya dalam bidang pangan, pemerintah menghimbau masyarakat  untuk bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pembangunan ketahanan pangan nasional juga harus mampu memberdayakan sumberdaya lokal, baik sumberdaya bahan dan lahan, sumberdaya manusia, dan sumberdaya ekonomi lainnya. Sedangkan dalam bidang  energi dan  energi baru  terbarukan,  Indonesia  memiliki banyak potensi  yang sampai saat ini belum dikembangkan secara optimal.

“Mengingat kebutuhan energi bangsa Indonesia terus meningkat, maka diperlukan upaya-upaya inovatif dan terobosan beragam dari energi baru terbarukan untuk pemenuhannya, sehingga diharapkan bahwa pada tahun 2015 peran energi baru terbarukan dapat   berkontribusi minimal 17% dari keseluruhan kebutuhan energi di Indonesia”, kutip Rektor Sugeng P. Harianto saat berpidato.

Di akhir pidatonya, rektor juga menyampaikan bahwa Kemristekdikti tengah menyusun  grand design untuk berpartisipasi dalam membangun Indonesia, utamanya dalam 3 bidang prioritas nasional. “Hanya dengan bekerja yang melibatkan semua penyelenggara negara dan seluruh rakyat Indonesia, maka kita dapat mewujudkan impian kita bersama”, tutup Sugeng. [Rf]