Unila Peringati Hari Pendidikan Nasional

278
Pengibaran Bendera

Pengibaran Bendera

(Eduspotnews): Universitas Lampung (Unila) peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015 di Lapangan Sepak Bola Unila, Senin (4/5) pagi. Peringatan Hardiknas yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., ini berlangsung hikmad.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Dilanjutkan dengan pembacaan amanat Menteri Pendidikan oleh inspektur upacara. Turut hadir dalam upacara tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan, mahasiswa, darma wanita, dan beberapa undangan lainnya.

Dalam amanatnya disebutkan, menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), aliran barang, tenaga kerja terampil, dan investasi antarnegara ASEAN menjadi lebih bebas. Di sisi lain tuntutan masyarakat terhadap perguruan tinggi meningkat.

Melalui tema Dengan Hari Pendidikan Nasional Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi Untuk Mendukung Daya Saing Bangsa dirasa sesuai untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Banyak usaha yang dilakukan pemerintah juga perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Namun jumlah perguruan tinggi yang masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia, peningkatan jumlah publikasi yang masuk indeks bereputasi, jumlah perguruan dan prodi terakreditasi unggul, dan jumlah program studi terakreditasi internasional adalah di antara sasaran mutu pendidikan tinggi yang masih jauh dari harapan.

Di sisi lain harapan masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat. Masyarakat beranggapan perguruan tinggi tidak hanya cukup melaksanakan pendidikan tinggi bermutu melainkan mampu mendukung daya saing bangsa melalui penelitian inovatif berdampak ekonomi langsung pada masyarakat.

Dengan meningkatnya anggaran penelitian lewat BOPTN, di mana pada tahun 2015 anggaran BOPTN mencapai Rp4,55 triliun, maka penelitian di perguruan tinggi bisa dilanjutkan sampai pada komersialisasi/hilirisasi ristek pendidikan tinggi dalam kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. “Maka sinergi program, sumberdaya, pengalaman, jaringan, Ristek-Dikti bisa dilakukan dan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi menjadi semakin mungkin dilakukan,” papar Hasriadi saat menyampaikan amanat upacara.

Dua cara pendidikan tinggi dalam memberikan dukungan terhadap daya saing bangsa yakni dengan melahirkan tenaga terampil yang dibutuhkan lapangan kerja dan menghasilkan inovasi bermanfaat ekonomis bagi masyarakat. Sumber : www.unila.ac.id