FKIP Revitalisasi Pengelolaan Internal Jurnal Ilmiah

739
IMG_2252
Dr. Abdurrahman, M.Si (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama) membuka rapat
IMG_2246
Suasana ruang rapat jurnal ilmiah FKIP Unila

(Eduspotnews) FKIP Universitas Lampung kembali merevitalisasi pengelolaan jurnal baik di tingkat fakultas, jurusan hingga program studi. Sejumlah pengelola jurnal hadir pada rapat yang digelar unit database dan publikasi ilmiah di ruang sidang dekanat lantai 2, pada Jum’at (13/3).

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Abdurrahman, M. Si. Dalam penyampaiannya, Abdurrahman menjelaskan bahwa jurnal sangat erat kaitannya dengan akreditasi institusi. Ada beberapa aturan tertentu agar jurnal yang baik dapat diterbitkan hingga terakreditasi, baik kerjasama dewan penyunting hingga mitra bestarinya. “Fakultas mengajak para pengelola jurnal di lingkungan FKIP untuk memaksimalkan dan ikut mengembangkan pengelolaan jurnal ini”, himbaunya.

Jurnal merupakan salah satu koleksi perpustakaan yang paling dibutuhkan oleh pengguna untuk menemukan informasi tentang penemuan ilmiah terkini. Pada peraturan penilaian akreditasi, pemerintah masih menggunakan peraturan tahun 2011 yang mana penilaian akreditasi dilihat dari segi fisik tata kelola. Namun di bulan April nanti, Universitas Lampung secara resmi akan menggunakan peraturan tahun 2014 dimana penilaian akreditasi jurnal juga dilihat dari sistem online (OJS).

Selanjutnya menurut Heri Yufrizal (Penanggungjawab jurnal fakultas/JPP), ke depan jurnal fakultas yang berisi artikel pendidikan akan ditargetkan menjadi jurnal pendidikan pertama yang terakreditasi di wilayah Sumatra. “Dengan adanya jalur komunikasi FORKOM FKIP Negeri se-Indonesia, FKIP Unila akan bekerjasama dengan FKIP universitas lain dalam hal pemenuhan artikel pendidikan”, jelas Heri.

Selain berpengaruh pada penilaian akreditasi institusi, penyusunan jurnal juga termasuk dalam mata kuliah wajib program pascasarjana. Abdurrahman juga menjabarkan bahwa patokan nilai yang akan diperoleh seorang mahasiswa magister pada transkripnya nanti yaitu apabila jurnal mahasiswa yang bersangkutan diterbitkan melalui jurnal internasional, maka nilai mutu yang diperoleh adalah A, selanjutnya apabila diterbitkan melalui jurnal terakreditasi nasional  maka nilai mutunya adalah B +, dan terakhir apabila jurnal diterbitkan  hanya melalui jurnal terakreditasi maka nilainya adalah B.

Di kesempatan yang sama, Budi Kadaryanto, S.Pd., M.A selaku ketua unit database dan publikasi ilmiah FKIP menyampaikan bahwa pihak fakultas akan menyelenggarakan workshop pengembangan jurnal dan e-journal bekerja sama dengan pemateri dari Dikti dan Universitas yang direkomendasikan. Hal  ini guna mempersiapkan mutu jurnal terakreditasi yang kelak akan dinilai tidak hanya secara offline tetapi juga online. (Rf)

IMG_2272