Baksos Himajip dan HMJPBS di Pulau Tegal

631

Sosialisasi Baksos Oleh Alumni Himpunan Mahasiswa

(Eduspotnews) Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya yakni sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan harapan bangsa. Mahasiswa yang menjadi generasi penerus ini seyogyanya memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan bangsa. Oleh karena itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan (Himajip) bekerja sama dengan Himpunan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJPBS) melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di masyarakat pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran pada Rabu (18/2).

Agenda Bakti Sosial ini diikuti oleh  140 orang pengurus himpunan mahasiswa yang terdiri dari Anggota Muda (Amud), alumni HIMAJIP dan HMJPBS. Dani Windarto selaku ketua umum HIMAJIP mengatakan bahwa kegiatan bersama ini diselenggarakan dalam rangka agar mahasiswa mampu mengembangkan bakat, memperluas wawasan dan pengetahuan. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif, yakni guna membina sumber daya manusia di Pulau Tegal dengan pendekatan pendidikan. Menurut Dani, dipilihnya pulau Tegal sebagai lokasi baksos, hal ini dikarenakan Pulau Tegal  dinilai cukup memprihatinkan jika dilihat dari sisi sosial, pendidikan, dan ekonominya.

“Dari segi pendidikan saja, hanya ada tiga orang anak yang bersekolah, itu pun harus menyeberangi laut menggunakan perahu motor dan masih harus menggunakan angkutan umum untuk sampai ke sekolah”, urai Dani.

Dari hasil pengamatan para mahasiswa selama kegiatan, Pulau Tegal memiliki satu sekolah dan mushola yang masih dalam keadaan baik. Namun bangunan itu sama sekali tidak difungsikan oleh masyarakat sekitar. Buku-buku di sekolah tersebut tidak terawat dengan baik. Begitu juga dengan kondisi masjid. Dalam hal pelayanan kesehatan, paling tidak satu bulan sekali datang tim kesehatan untuk melaksanakan pelayanan bagi masyarakat Pulau Tegal.

Saiman salah satu warga Pulau Tegal menyampaikan bahwa warga sangat senang dengan adanya program bakti sosial ini. Ia menilai positif atas terselenggaranya kegiatan dan berharap agar agenda seperti ini dapat menyambung tali silaturahim antara mahasiswa dan warga sekitar. Tak kurang dari 32 kepala keluarga asli masyarakat Pulau Tegal ikut serta dalam  kegiatan tersebut.

Bakti sosial yang dilaksanakan oleh mahasiswa ini juga menerapkan pola desa binaan.  Hal ini dapat dilihat dari pengorganisasian yang melibatkan semua unsur dan institusi mulai dari tingkat keluarga, RT, RW dan Desa. (Rf)