Siapkan Pengabdian Masyarakat, BEM FKIP Unila Adakan Survey Ke Desa

728

BEM FKIP Unila Mengabdi

(Eduspotnews) Dusun Reformasi, Tanjung Sari (13/02). Dalam rangka mempersiapkan Desa Binaan, Beberapa orang pengurus BEM FKIP Unila adakan survey dan jaring aspirasi masyarakat di Dusun Reformasi, Tanjung sari, Natar, Lam-sel. Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan kepala keluarga tersebut, BEM FKIP mendapat sambutan hangat dan berbagai informasi terkait kondisi desa Tanjung sari, seperti Pendidikan, ketahanan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Dalam Sambutannya, Gubernur BEM FKIP unila, Deni Yuniardi (Batrasia 11) menyampaikan maksud dan tujuan BEM FKIP unila untuk melakukan kegiatan di desa tersebut. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan bergantung pada kondisi dan kebutuhan lingkungan desa. Oleh karena itu BEM FKIP Unila melibatkan masyarakat dalam menganalisis permasalahan dan kebutuhan masyarakat, serta merumuskan program-program yang nantinya pelaku utama dan sasarannya adalah masyarakat itu sendiri bersama dengan BEM FKIP. Deni berharap kegiatan pengabdian masyarakat BEM FKIP kali ini memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. “biasanya kegiatan mahasiswa di desa itu adalah ngajar TPA, ngajar Bimbel, atau mengadakan lomba. Namun ketika mahasiswa kembali ke kampus, kegiatan pun bubar. Nah, kami berharap kita bisa mengadakan program untuk desa yang memang dibutuhkan dan nantinya ketika kami kembali ke kampus, masyarakat dapat meneruskannya. Misalnya, kalau belum ada TPA tapi anak-anak di desa banyak dan ada yang bisa ngajar ngaji, maka kita dirikan TPA. Kalau sudah ada, kita lihat kelemahannya dan kita bantu untuk memperbaikinya.Selain itu, kegiatan ini harus beranjak dari masalah dan kebutuhan lingkungan, untuk itu kita musyawarhakan bersama masyarakat desa dan mahasiswa”. Terang Deni.

Sementara Antok (40) perwakilan Masyarakat Desa menyambut baik kehadiran rombongan BEM FKIP Unila. Ia menerangkan bahwa masyarakat merasa senang dengan kehadiran mahasiswa di desa tersebut. Selain itu, ia menjelaskan banyak masalah yang terjadi di lingkungan desa yang membutuhkan pemikiran anak-anak muda seperti pakumnya TPA dan Kelompok Tani, serta adanya kegiatan penyebaran agama lain yang meresahkan masyarakat. “Kami, masyarakat desa mengucapkan terima kasih dan kami siap menjalankan hasil musyawarah nanti demi kemajuan desa”. Tambah Antok.

Di sela-sela acara, kadis sosial BEM FKIP, Rohim (PKN 12) mengungkapkan bahwa kegiatan desa binaan kali ini selain berbasis masalah setempat, pelakunya adalah masyarakat, objeknya juga masyarakat. Kita hanya memastikan program berjalan sesuai dengan rencana.” Ketika kita pergi, masyarakat tinggal melanjutkan. Kita juga sudah mendapat dukungan besar dari masyarakat desa. Masalah-masalah mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga agama sudah mulai kami diskusikan bersama.” ungkap Rohim.

Rilis: Deris Setiawan (BEM FKIP)