Akreditasi Pascasarjana Manajemen Pendidikan

649

IMG_8733(Eduspotnews) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melaksanakan visitasi pada Program Studi S2 Manajemen Pendidikan, pada Rabu (14/5). Adapun perwakilan dari BAN PT yang hadir untuk melakukan visitasi di FKIP Unila yakni Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd. dan Dr. Sangkot Sirait, M.Ag. Kehadiran para asesor diterima langsung Dekan FKIP Unila Dr. Bujang Rahman, M.Pd di ruang kerjanya untuk membahas penilaian tingkat fakultas. Agenda ini merupakan langkah evaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan  peringkat mutu program studi berdasarkan standard mutu yang telah ditetapkan, sehingga mendorong program studi untuk terus menerus meningkatkan serta mempertahankan mutu sesuai dengan  ketetapan standard BAN-PT sesuai  dengan Peraturan  Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan.

Dekan FKIP yang didampingi ketua unit penjamin mutu fakultas menjabarkan beberapa mutu kinerja program studi yang ada di tingkat fakultas. Visi misi pasca sarjana dan fakultas hingga syarat penerimaan mahasiswa menjadi poin pertama dalam penilaian pembuka visitasi. Selain itu, asesor juga menilai penjabaran dekan dalam penggunaan media teknologi informasi serta capaian sesuai dengan rencana strategi (renstra).

Dalam penjelasannya, Prof. Rusdinal menyampaikan bahwa suatu program studi  dapat melihat langsung poin – poin penilaian yang ada pada borang akreditasi, di mana sekarang borang tersebut dapat diunduh secara online di website.

“Tim asesor akan mencocokkan data dengan keadaan sebenarnya di lapangan, karena borang penilaian tentang akreditasi sekarang sudah dapat dilihat secara online”, terang Rusdinal.

Dengan akreditasi tersebut, diharapkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dapat ditingkatkan secara  bertahap sehingga seluruh layanan pendidikan tinggi di Indonesia mampu  memenuhi persyaratan internasional. Di sisi  lain, pelaksanaan akreditasi berperan memberikan informasi secara jujur kepada  masyarakat tentang kualitas layanan pendidikan yang ditawarkan oleh  masing-masing perguruan tinggi.  Dengan  informasi ini, maka masyarakat dapat memilih layanan pendidikan tinggi pada  tingkat kualitas yang dikehendaki, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan  pendidikan yang sebenarnya. (Rf)