Arsip Nasional Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa

882

anri(Eduspotnews): Apresiasi bangsa terhadap arsip negara merupakan cerminan nilai budaya yang luhur terhadap nilai-nilai kesejarahan.  Perhatian terhadap pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diwujudkan dalam bentuk  visual maupun  dokumentasi  sebagai rekaman memori kolektif bangsa dan bahan pertanggungjawaban nasional. Oleh karena itu pada Jum’at (4/4) 2014, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung yang bekerjasama dengan  Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan sosialisasi tentang arsip nasional di gedung A Dekanat FKIP. Pada acara tersebut, hadir perwakilan dari ANRI, yakni Diantyo Nugroho, SH, MA selaku Kepala Seksi Layanan Arsip Konvensional yang juga didampingi para staf untuk menyampaikan sosialisasi pentingnya ANRI, sebagaimana visi ANRI yakni “Menjadikan Arsip Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dicapai pada Tahun 2025″.

Nugroho memaparkan bahwa kearsipan di Indonesia, sudah ada sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu juga dikukuhkan pula suatu jabatan yang bertanggungjawab memelihara arsip-arsip untuk kepentingan administrasi dan ilmu pengetahuan, serta membantu kelancaran pelaksanaan pemerintahan. Selain itu, Nugroho juga menjelaskan profil hingga teknis layanan pada Lembaga Arsip Nasional RI ini, sehingga memudahkan masyarakat maupun institusi yang ingin mendapatkan informasi.

Arsip Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ANRI mempunyai tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini, karena Arsip sendiri memiliki fungsi yang sangat vital sebagai memori kolektif bangsa. Selain itu, ANRI juga berperan sebagai pembina Kearsipan Nasional sesuai dengan Pasal 8 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009.

Hingga kini, tata kelola kearsipan masih berjalan mengingat pentingnya arsip sebagai sumber informasi primer. Pendidikan Sejarah FKIP Unila yang merupakan salah satu program studi yang rutin melakukan penelitian di ANRI, terus menjalin kerjasama dengan lembaga kearsipan tersebut.

Hal ini juga dilandasi oleh kesadaran tanggungjawab moral para akademisi untuk menyelamatkan arsip sebagai bukti warisan budaya bangsa, guna menghindari hilangnya informasi sejarah perjalanan sebuah bangsa serta harkat sebagai bangsa yang berbudaya. (Riky)