FKIP Membangun Pribadi Pendidik Yang Berkarakter Rabbani

502

 

DSC_6070 - Copy(Eduspotnews) Dalam rangka memulai perkuliahan semester genap tahun ajaran 2013-2014, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melaksanakan kegiatan tablig akbar bagi civitas akademikanya pada Jum’at, (15/3) di aula A dekanat FKIP. Kegiatan ini dihadiri 196 orang yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa FKIP Unila. Kajian yang bertema “ Membangun Pribadi Pendidik Yang Berkarakter Rabbani” disampaikan oleh Ustadz Sigit Pranowo Al Hafizh, Lc yang juga tim redaksi Majalah Online eramuslim.com.

Dekan FKIP Unila Dr. Bujang Rahman, M.Si membuka acara ini secara langsung. Dalam sambutannya, Bujang menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan nuasa khusus, dimana diselenggarakan pada awal semester, dengan harapan segenap keluarga besar khususnya FKIP Unila dapat mendekatkan diri pada yang kuasa, serta mencari ridho Allah subhanahu wata’ala dalam menjalankan segala aktivitas sehingga meningkatkan kualitas kinerja bersama.

Hal ini juga dilandasi karena padatnya rutinitas di kampus. Dalam rentang waktu 10 sampai  12 jam, karyawan khususnya muslim hanya menyempatkan diri beribadah pada saat sholat Dzuhur dan Ashar saja. “Apabila  rutinitas  ini tidak diniatkan secara baik yakni niat ibadah kepada Allah, maka akan sia-sialah segala perbuatan kita di dunia”, jelasnya singkat.

Kajian kali ini diadakan agar menjadi charging spiritual serta sharing kiat-kiat menjadikan kegiatan selalu bernilai ibadah dihadapan Allah. Hal ini sesuai dengan motto FKIP Unila yakni “Edukatif, Inovatif yang Religius”.

Di dalam kajian ini, Ustadz Sigit Pranowo lebih banyak menekankan tausiahnya pada materi niat yang ikhlas dalam beraktivitas serta pentingnya ilmu dalam bekerja keras. Tidak terlalu sulit untuk menilai perbuatan itu bernilai ibadah atau tidak. Barometer perbuatan baik atau tidak dapat dilihat dari hati yang ikhlas karena Allah. Karena di antara sifat muslim yang robbani salah satunya adalah ikhlas. Sebagaimana diterangkan di dalam suatu hadist, barang siapa yang mencari ilmu karena selain Allah, maka sesungguhnya, dia telah mendapat tempat di neraka.

Selanjutnya, Ust. Sigit menyampaikan, bahwa selaku  civitas akademika, hendaklah tiap pribadi berupaya meluruskan niat dalam memulai suatu aktivitas, karena setiap aktivitas yang diawali dengan niat ibadah, maka Allah akan menghitungnya sebagai pahala.

Ustadz Sigit juga menyampaikan pentingnya suatu amalan yang diawali dengan ilmu. Allah subhannahu wata’ala berjanji di dalam Al Qur’an akan memuliakan orang-orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat. Begitu juga dengan kesuksesan. Sesungguhnya tiada kesuksesan itu tanpa suatu kerja keras. Ilmu yang benar-benar bermanfaat akan didapatkan dengan dipelajari secara bersungguh-sungguh.

Ilmu merupakan kunci untuk menyelesaikan segala persoalan, baik persoalan yang berhubungan dengan kehidupan beragama maupun persoalan yang berhubungan dengan kehidupan duniawi. Ilmu diibaratkan dengan cahaya, karena ilmu memiliki fungsi sebagai pemberi cahaya bagi setiap umat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim, barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.

Semoga kita tergolong hamba-Nya yang  senantiasa ikhlas dalam bertindak, serta berkualitas karena iman dan ilmu. Aamiin. (Riky F)