Lampung Tuan Rumah KIMLI 2014

707

KIMLI(Eduspotnews) Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) mengadakan Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia di Hotel Sheraton Bandar Lampung, pada  Rabu (19/2). Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama MLI pusat maupun lokal dengan  Universitas Lampung melalui FKIP Unila.  Kongres bertaraf internasional ini diikuti oleh lebih dari dua ratus peserta dan melibatkan 180 pemakalah dari berbagai universitas yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia 2014, dimeriahkan oleh kehadiran Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira yang ikut membuka kegiatan kongres secara resmi mendampingi Dr. Sugiono, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (PELBBA) Kemendiknas.

Tema utama yang diadopsi pada Kongres Internasional MLI Ke-3 adalah “Peran Bahasa Ibu dan Bahasa Nasional dalam Pengembangan Potensi Penutur Bahasa”. Pada pelaksanaanya, panitia menghadirkan tiga pembicara utama pada kongres tersebut. Ketiga pembicara tersebut adalah Kimmo Kosonen, Ph.D. dari Finlandia, Rene van den Berg, Ph.D. dari Belanda, dan Dr. Suriel Mofu dari Papua, Indonesia. Ketiga pembicara utama dan seluruh peserta dalam pertemuan para ahli bahasa tahun 2014 ini juga mendapat sambutan baik dari Gubernur Lampung, Sjachroedin, Z.P. dalam acara gala dinner di Mahan Agung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung yang diwakili oleh asisten III Pemprov Lampung, Drs. Adeham, M.Pd sangat mengapresiasi upaya pelestarian bahasa daerah sebagai budaya dan identitas sebuah bangsa. Lanjutnya, ia juga berharap agar Bahasa Lampung juga dapat dibahas dan didiskusikan oleh para ahli bahasa dalam KIMLI 2014 ini agar dapat lestari dan tidak berada dalam kategori bahasa  yang terancam punah.

Ketua MLI Pusat, Faizah Sari juga menyampaikan bahwa rangkaian acara KIMLI 2014 ini diawali dengan sidang pleno dan penyampaian hasil penelitian para pemakalah dalam sesi paralel, gala dinner di Mahan Agung, dan city tour untuk mengenal lampung lebih jauh. Faizah Sari juga menyampaikan antusiasme peserta dalam acara KIMLI kali ini. Kongres yang sedianya diselenggarakan dua tahunan, kali ini dilaksanakan setelah tiga tahun, sehingga kehadiran peserta KIMLI di tahun 2014 lebih banyak dibandingkan tahun 2011 yang lalu.  (Rf/d1/Dhil)