BEM FKIP Unila Gelar Stadium General 2013

508

DSC_0374(Eduspotnews) : Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (BEM FKIP Unila) menggelar Stadium General pada Kamis, (7/11) 2013 di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Stadium general  ini berupa acara seminar pendidikan nasional yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2013 dari seluruh program studi yang ada di FKIP Unila. Peserta stadium general pada tahun ini dihadiri tidak kurang dari 1.000 mahasiswa/i baru FKIP Unila. Kegiatan rutin BEM FKIP Unila ini digelar setiap tahunnya setelah agenda propti dan perkenalan sistem pendidikan di perguruan tinggi berakhir. Pada seminar pendidikan nasional yang digelar tahun ini, tema yang diangkat yakni “Mampukah Pendidikan Indonesia Menjawab Tantangan Global?” . Pembicara pada seminar pendidikan nasional ini adalah pemateri-pemateri  yang kompeten dan berpengalaman dibidang pendidikan. Mereka antara lain Prof. Dr. Mohammad Surya (Guru Besar UPI Bandung), Dr. Ir. Siti Nurbaya B, M.Sc. (Sekjen DPD RI Jakarta) dan Dr. Undang Rosidin, M.Pd. (Dosen berprestasi Unila).

Seminar pendidikan nasional yang diadakan oleh BEM FKIP Unila pada tahun ini memberikan suguhan yang unik, di mana pada pembukaan seminar dipentaskan terlebih dahulu tari sigekh pengunten yang dibawakan para penari cilik dari SD IT Permata Bunda Bandar Lampung.

Dalam penyampaian materi, Siti Nurbaya menyatakan bahwa Kompetensi kunci yang dibutuhkan  di dunia yaitu knowledge untuk pemenuhan kapasitas personal dan kebersatuan secara  sosial  dan untuk pekerja. Kompetensi merupakan kombinasi antara keterampilan, pengetahuan, pola perilaku dan sikap. Selanjutnya hal yang krusial dalam kehidupan ada pada 3 aspek : (1) Pemenuhan pribadi  dan untuk pengembangan sepanjang kehidupan (cultural capital), (2) Warga yang aktif dan menyatu (Social capital) dan (3) Kapasitas bekerja (Human capaital).

Siti juga menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah memiliki tahapan RPJM 2010-2014. Mulai dari  peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan  dasar 9 tahun yang merata, peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah, peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan tinggi, sampai dengan munculnya kebijakan Pemantapan pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Selain itu, peningkatan profesionalisme dan pemerataan distribusi guru dan tenaga kependidikan terus dilakukan demi meratanya usaha-usaha yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Pemerintah dengan beberapa formula-formula tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan segudang permasalahan pokok dalam bidang pendidikan di Indonesia. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain yaitu dengan adanya otonomi pendidikan, akan ada dampak sampingan antara lain politisasi pendidikan, pemanfaatan anggaran tidak maksimal, kinerja birokrasi pendidikan lemah, pengukuran mutu pendidikan debatable (UN), hingga kinerja yang belum maksimal. Selain itu juga, permasalahan yang tidak kalah pentingnya yaitu anggaran pendidikan yang dinilai  tidak tepat sasaran, penerimaan BOS yang terlambat, pembayaran Tunjangan Profesi Guru terlambat, standar pelayanan minimal (SPM) yang masih jauh dari memadai dan hampir 88,5 % sekolah di Indonesia belum memenuhi SPM. Banyak juga persoalan yang berkaitan dengan Guru dan Tenaga Kependidikan.

Faktor yang juga mendukung pendidikan juga disampaikan oleh Prof. Surya. Ia menyatakan bahwa pendidikan karakter hendaknya tidak diajarkan lewat materi yang disampaikan oleh guru, namun justru sebaliknya, lewat perilaku yang dimiliki guru sebagai cerminan karakter itu sendiri.

Di akhir sesi penyampaian materi, Prof. Surya berpesan kepada seluruh mahasiswa/i baru FKIP Unila, agar bisa menjadi guru yang sesungguhnya di masa depan. Yakni seorang guru sejati yang benar-benar mengabdi kepada nusa dan bangsa berbasis kepada nilai-nilai keguruan yang mencakup cinta pada anak didik, cinta pada manusia, ikhlas berbakti, dan cerdas.

Surya juga mengharapkan acara yang berkaitan dengan dunia pendidikan ini dapat berkelanjutan kedepannya sehingga para mahasiswa/i baru FKIP Unila sekaligus para calon pendidik masa depan ini memiliki bekal dan wawasan yang baik tentang pendidikan sehingga nantinya mereka akan menjadi guru yang profesional dan berdedikasi serta memiliki attitude dan integritas yang tinggi.(Rio/Fad/Dan)