UN di Negara Tetangga

842

UN bukan satu-satunya penilaian yang eksklusif dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Di banyak negara, UN juga dilaksanakan. Bertujuan, mengukur prestasi siswa. Beberapa negara yang menyelenggarakan antara lain Malaysia. Di negara serumpun ini pemerintah menyelenggarakan UN di bawah tanggungjawab Kementerian Pelajaran. Ada beberapa sistem ujian yang diselenggarakan pemerintah, antara lain, (i) Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR), dilaksanakan untuk menilai prestasi kognitif pelajar yang dilaksanakan pada akhir tahun keenam pendidikan rendah. Tujuannya, untuk menilai prestasi siswa sekolah rendah dalam kemampuan dasar mereka, dalam bidang Sains dan Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Malaysia; (ii) Penilaian Menengah Rendah (PMR), dilaksanakan secara menyeluruh dengan unsur penilaian kerja khusus di tingkat sekolah menengah rendah, yang dilaksanakan pada akhir tahun ketiga, dan harus diikuti oleh semua siswa. Mata pelajaran yang diujikan: Bahasa Melayu, Bahasa Ingris, Matematika, Sain, Geografi, Sejarah, Kemahiran Hidup, dan Pendidikan Islam. Bentuk ujian lainnya ada Sijil Pelajaran Malaysia (SPM); Sijil Tinggi Persekolahan Malaysia (STPM); Sijil Menengah Ugama (SMU); Sijil Tinggi Agama Malaysia (STAM); dan Peperiksaan Majlis Lembaga Vocasional Kebangsaan (MLVK).

Di Filipina, Pemerintah menyelenggarakan ujian nasional secara berkala. Ada 3 ujian berskala nasional, masing-masing (i) NAT (National Achievement Test) diselenggarakan oleh NETRC (National Education Testing and Research Center). Tes ini untuk siswa kelas 3 SD, 6 SD, dan kelas 2 SMA. Bertujuan mengevaluasi tingkat kemampuan dan prestasi akademik siswa, bukan untuk standar kelulusan atau kelulusan; (ii) Philippine Educational Placement Test (OEOT) dirancang untuk siswa yang drop out, yang usianya melebihi usia di tingkat atau level pendidikannya namun ingin masuk kembali ke sekolah formal, mulai kelas 1 SD s.d.kelas 4 sekolahmenengah; (iii) National Career Assessment atau College Entrance Examination. Tes ini untuk siswa sekolah negeri dan swasta yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dilaksanakan tiap Agustus. Tes ini tidak memberikan penilaian kelulusan atau tidaknya kepada siswa, namun hanya member angka pada 5 subjek pokok yang diuji, yaitu matematika, bahasa Inggris, bahasa Filipino, IPS, dan Sains. Lain lagi di Singapura, sistem ujian secara nasional diselenggarakan oleh The Singapore Examinations and Assessment Board (SEAB). SEAB menyelenggarakan dua jenis ujian; (i) untuk siswa SD yang disebut dengan The Primary School Leaving Examination (PSLE); (ii) untuk siswa SMP dan SMA yang disebut dengan The Singapore-Cambridge General Certificate of Education (CGE). Di jenjang SMA (upper secondary) ujian meliputi dua tipe yaitu Cambrige General Certificate of Education Normal (Technical) atau disingkat CGE-N (T) dan CGE Normal of Technical (Academic) atau disingkat CGE-N (A). (sumber : detik.com)