Seminar Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah di Kab. Tulang Bawang Barat

676

DSC_0016(Eduspotnews) : Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan selaku satu-satunya fakultas di Universitas Lampung yang menghasilkan  calon-calon guru professional, kembali melaksanakan pengabdian di masyarakat melalui mahasiswa KKN-PPL Terintegrasi yang tergabung dari beberapa kelompok di Kabupaten Tulang Bawag Barat. Kegiatan yang sejalan dengan misi FKIP Unila yakni melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya pada bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya, kembali diwujudkan dengan menyelenggarakan Seminar Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah SD/SMP/SMA Se-Tulang Bawang Barat,  Senin (9/9) di Balai Pertemuan Desa Dayamurni. Pemateri dalam seminar tersebut yakni Dekan FKIP Unila Dr. Bujang Rahman, M.Si. Dekan yang didampingi oleh Ketua Praktek Lapangan Terpadu serta Ketua Unit Penjamin Mutu Fakultas membawakan seminar dengan tema “membentuk kepemimpinan kepala sekolah yang berkarakter”. Acara ini dibuka langsung oleh perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rana Putra SH.,MH yang didampingi oleh kepala dinas pendidikan Kabupaten Tuba Barat Herwan Syahri.

Dalam Sambutannya, Rana menyampaikan permohonan maaf dari Bupati serta wakil yang tidak dapat membuka acara secara langsung. Beliau juga menghimbau seluruh peserta seminar untuk menyerap materi sebanyak-banyaknya. Karena dalam materi yang disampaikan akan banyak bermanfaat bagi tiap kepala sekolah selaku pemimpin dalam menejemen sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Acara seminar ini menghadirkan tidak kurang dari 150 orang kepala sekolah yang ada di kabupaten Se-Tulang Bawang Barat.

Dalam penyampaian materi seminar, Bujang membedakan dua golongan terbentuknya seorang pemimpin. Ada pemimpin yang berasal dari  proses belajar dan ada yang  muncul dari kalangan yang beruntung saja. Dari perbedaan hal tersebut, maka muncullah output serta karakter sesuai dengan pembagian tadi.  Bujang juga menjelaskan bahwa suatu sekolah yang memiliki pendidikan yang berbasis karakter, soft skill, life skill dan berwawasan lingkungan, dapat terbentuk dari proses mengajar (transfer of knowledge), mendidik (internalisasi nilai) dan membelajarkan. Apabila poin-poin inti tersebut dapat dipenuhi oleh suatu sekolah, maka siswa akan dapat belajar secara terus menerus dan mengimplementasikan pada tingkah laku yang diharapkan.(Riky/Edi)