Peringati Isra dan Mi’raj, IAIN Raden Intan undang Dekan FKIP Unila jadi Penceramah

717

iain(FKIP Unila, Eduspot) : Bertempat di masjid Baitul Ulum IAIN Raden Intan Bandar Lampung, kamis  (20/6) pukul 10.00 WIB, civitas akademika Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wasallam   tahun 1434 H. Kegiatan yang digelar rutin tiap tahunnya ini dilaksanakan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain dipusatkan di masjid Baitul Ulum yang sebelumnya biasa dilaksanakan di  aula rektorat lantai lima, kali ini peringatan Isra Mi’raj di IAIN juga menghadirkan penceramah dari luar IAIN yakni Dr. H. Bujang Rahman, M.Si selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag beserta para wakil rektor, dekan, dosen serta mahasiswa di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN menyampaikan tujuan dipilihnya penceramah dari luar civitas akademika IAIN agar antar sesama muslim khususnya IAIN dan Unila dapat saling mengisi ilmu pengetahuan dan saling memberikan inspirasi terkait makna dari Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wasallam. Tema yang dibawakan oleh Bujang Rahman adalah  “Sholat sebagai spirit membangun mental untuk mewujudkan kesholehan individu dan sosial”.

Bujang menyampaikan bahwa Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini, Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wasallam  mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam, yang ini merupakan salah satu kewajiban dan menjadi kebutuhan umat islam yang perintahnya diturunkan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang hal itu menunjukkan betapa tingginya posisi ibadah shalat. Sebagaimana dalam sejumlah hadits Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wasallam, shalat merupakan “tiang agama”, dimana akan runtuh keislaman seseorang jika meninggalkan atau tidak mendirikan shalat. Sebab shalat merupakan penentu diterima-tidaknya amal saleh seseorang serta menjadi ibadah paling utama dalam Islam. Bujang juga menyampaikan dalam ceramahnya bahwa shalat merupakan amal perbuatan yang pertama kali dihisab di akhirat dan menentukan baik-buruknya amal seseorang.(Riky)