HMJ PBS FKIP Unila Memilih Duta Bahasa

2400

(Bandar Lampung, Eduspot):Gelaran akbar Arsida in Action yang diadakan oleh Anggota Generasi Muda HMJPBS mencapai puncaknya pada hari sabtu (4/5/2013). Setelah sebelumnya mengadakan beberapa kegiatan sebelumnya yang dimulai dari tanggal 13-14 April 2013 yaitu futsal PBS yang pesertanya adalah mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni mencakup Prodi Bahasa Inggris, Prodi Bahasa Indonesia dan Seni Tari mulai dari angkatan 2010-2012.

Sabtu (27/4) para peserta Duta Bahasa Unila 2013 sebelumnya telah mengikuti serangkaian tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis terdiri dari soal bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan pengetahuan umum tentang Lampung. Sedangkan tes wawancara dilakukan oleh kak Angga Aditya dari Forum Lingkar Pena (FLP). Ketujuh finalis Duta Bahasa diberi pertanyaan yang mencakup tentang bahasa dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari secara general, baik itu terkait bahasa daerah Lampung, Bahasa Indonesia maupun bahasa asing atau bahasa Inggris.

Setelah melewati tes tertulis dan tes wawancara, para finalis duta bahasa kembali mengikuti tes terakhir yaitu tes performance pada hari Sabtu pagi (4/5). Peserta dinilai oleh empat orang juri yaitu seorang dosen dari Program Studi Seni Tari, dua orang delegasi dari Kantor Bahasa Propinsi Lampung serta kak Angga Aditya dari FLP yang telah menilai tes wawancara sebelumnya.

Para finalis menampilkan talenta yang mereka miliki masing-masing, kemudian setelah itu mereka memilih sebuah pertanyaan yang sudah disiapkan oleh panitia. Setelah pertanyaan dibacakan dan dijawab oleh finalis, dewan juri kemudian kembali menanyakan beberapa pertanyaan yang masih terkait dengan pertanyaan yang telah mereka jawab. Kegiatan final Duta Bahasa Unila ini berakhir pada pukul 12.00. setelah kegiatan itu selesai, pada pukul 13.00 agenda Arsida In Action dilanjutkan kembali dengan kegiatan HMJPBS Got talent.

HMJPBS Got talent sendiri adalah ajang untuk menampilkan bakat-bakat yang ada pada mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta baik individu maupun tim. Bakat-bakat yang ditampilkan sangat bervariasi mulai dari tari tradisional, tari kreasi modern, pembacaan Hahiwang Lampung, sulap, menyanyi dan lain-lain.

Kegiatan HMJPBS Got talent berakhir pada pukul 15.00. Setelah itu, acara pun dilanjutkan dengan penutupan dan pembagian hadiah. Untuk finalis Duta Bahasa Unila, juara pertama diraih oleh Nevia Setiana yang berasal dari FISIP (Ilmu Pemerintahan). Juara dua diraih oleh Wisnu Wijaya dari FKIP Bahasa Inggris 2010 dan Ariyan Danil berhasil merebut posisi ketiga sekaligus juga sebagai juara favorit yang dipilih berdasarkan vote melalui SMS.

Untuk HMJPBS Got Talent, juara 1 direbut oleh Dona dari Pendidikan Seni Tari 2011 yang menampilkan tari Kreasi Lampung. Sedangkan Juara dua diraih oleh Renata dan Yoesis dari Pendidikan Bahasa Inggris 2012 yang tampil duo dengan gitar akustik. Juara 3 diraih oleh Adel dan Dewa dari pendidikan Seni Tari 2010 yang menampilkan tarian kontemporer. Juara favorit HMJPBS Got Talent dipilih oleh dewan juri secara langsung diraih oleh Kodri Pendidikan Pkonomi 2012 yang menampilkan Sastra Lampung HahiwangTujuan dari diadakannya acara Arsida in Action yang mengusung tema “Optimalkan bakatmu melalui bahasa dan karya” ini adalah memberikan kesempatan kepada Arsida HMJPBS untuk dapat mengembangkan potensi mereka dalam berorganisasi. Tujuan dari Duta Bahasa sendiri adalah untuk kembali mengajak para mahasiswa berpikir kritis terhadap perkembangan budaya dan bahasa daerah Lampung yang kian lama kian terpuruk karena generasi muda kita sekarang ini sudah mulai tidak peduli dengan budaya Lampung itu sendiri. Sedangkan untuk HMJPBS Got talent sendiri, tujuannya adalah untuk menemukan bakat-bakat yang unik dikalangan para generasi muda.

Kegiatan ini sejalan dengan misi HMJPBS yang ingin ikut serta mempertahankan kebudayaan daerah Lampung. Diharapkan setelah acara ini berakhir akan semakin banyak mahasiswa yang peduli dengan perkembangan budaya Lampung dan ingin ikut serta dalam upaya mempertahankan kebudayaan tersebut. Karena jika bukan kita sebagai putra Lampung, siapa lagi yang akan peduli dengan Budaya Lampung. (Titik & Fadhil)