anjunganSegenap Civitas Akademika Keluarga Besar FKIP Unila Mengucapkan : Selamat dan Sukses atas Pelantikan Dr.Hi. Bujang Rahman, M.Si. sebagai Dekan FKIP Unila Periode 2014 s.d 2018, semoga FKIP Unila semakin Sukses & Berjaya anjunganBagi Peserta PLPG Tahun 2014 yang akan melaksanakan IBADAH HAJI Tahun 2014 segera menghadap Panitia Sertifikasi Guru paling lambat tanggal 25 Juli 2014 (pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB) anjunganSelamat dan Sukses atas diraihnya Hasil Akreditasi Program Studi Pendidikan Geografi dengan Peringkat "A" No.SK:148/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/V/2014 anjunganWASPADALAH, WASPADALAH, WASPADALAH ...!!! KEPADA PESERTA PLPG WASPADA TERHADAP PENIPUAN DALAM BENTUK APAPUN, APABILA ADA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN SERTIFIKASI GURU DAPAT LANGSUNG MENGHUBUNGI PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 107 UNIVERSITAS LAMPUNG, TELP 0721 704624

Bahasa Inggris Akan Dihapus dari Kurikulum SD

Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

“SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak,” kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Ia menegaskan bahwa aturan ini harus diikuti oleh semua sekolah. Namun, jika ada sekolah yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan, itu merupakan persoalan lain dan akan dipertimbangkan lagi.

“Sekolah harus ikuti ini kalau dijadikan tambahan itu persoalan lain. Akan tetapi, untuk sekolah negeri, jelas tidak boleh,” ujar Musliar.

Untuk sekolah internasional yang umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, pihaknya belum melakukan kajian mendalam. Namun, kurikulum baru ini tetap akan dirumuskan dan untuk sekolah internasional akan diatur belakangan.

“Kurikulum tetap kami buat, tetapi untuk internasional akan kita atur belakangan. Yang jelas mereka harus ikuti ketentuan kurikulum kita, enggak boleh lepas,” tandasnya.

Seperti diketahui, kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun, ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi. [src : kompas.com]

Incoming search terms:

  • benarkah pelajaran bahasa inggris dihapuskan
  • kurikulum bahasa inggris unila
  • apakah guru bahAsa inggris mi dapat disertifikasi th 2014
  • sertifikasi bahasa inggris mi
  • sistem pendidikan bhs inggris sd pemerintahan jokowi
  • alasan bahasa inggris ditiadakan
  • Mengapa bahasa inggris di hapuskan dalam kurikulum 2013
  • mengapa kurikulum 13 bhs inggris untuk sd dihapus
  • menurut mahasiswa jurusan bahasa inggris setuju tidak jika bahasa inggris tidak harus diajarkan di SD
  • nasib guru bahasa inggris di kurikulum 2013

32 Responses to Bahasa Inggris Akan Dihapus dari Kurikulum SD

  1. iyung says:

    Saya sepakat pak….. karena jujur saja untuk siswa SD mengenal bahasa nasionalnya saja masih sangat susah. sedih rasanya melihat kenyataan saat ini, banyak sekolah bahkan para orang tua juga yang selalu mengagung-agungkan bahasa inggris, sementara bahasa Indonesia sendiri ditinggalkan. mengapa kita tidak bangga dengan bahasa sendiri????

  2. Willie Anggrian says:

    SARJANA MUDA MERAIH MIMPI: Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional itu harus dimulai sejak sekolah dasar dengan tidak mengesampingkan bahasa nasional, bahasa Indonesia.

    Pemerintah perlu mencari alternatif lain agar keduanya dapat tetap beriringan demi generasi selanjutnya yang lebih kompeten di dunia pada masa mendatang.

    Majulah Pendidikan Indonesia.

  3. Guru Bahasa Inggris SD says:

    Saya kira pemerintah harus lebih bijaksana dalam menyikapi masalah, sekedar usulan tanpa mengesampingkan Bahasa Indonesia mungkin Bahasa Inggris dapat diajarkan dikelas 4-6 SD dengan pertimbangan untuk daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional. Kalau untuk SD kelas rendah (kelas 1-3) ada baiknya perlu dipertimbangkan lagi. Semua bisa seiring sejalan tanpa mengurangi hal semestinya karena pada prinsipnya bahasa adalah skill (kemampuan) bukan semata-mata pengetahuan. di era teknologi informasi sekarang ini dimana skill bahasa inggris sangat diperlukan untuk mendapatkan ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya demi kemajuan bangsa.

  4. Irfan says:

    Bahasa adalah GERBANG menuju dunia…
    Bahasa Indonesia PERLU, bahasa Inggris PUN perlu…

    Jika BAHASA iNGGRIS DIHAPUSKAN, bagaimana dengan nasib rekan2 yang telah lulus SERTIFIKASI pada mapel itu dari tingkat SD/MI…

    sebetulnya, tergantung bagaimana GURU mensiasati pembelajaran,,, mengurangi MAPEL bukan berarto MENGEBIRI pengetahuan anak… menurut HEMAT saya, biarkan BAHASA INGGRIS tetap eksis…

  5. GURU BAHASA INGGRIS SD says:

    SANGAT2 SETUJU DENGAN IRFAN,

    BAHASA INDONESIA SANGAT PENTING, BEGITU PULA BAHASA INGGRIS
    JADI TINGGAL BAGAIMANA MAPEL BHS INGGRIS ITU DIAJARKAN SEJAK KELAS BERAPA ITU YANG PENTING BUKAN MAPEL BAHASA INGGRISNYA YANG DIHAPUS DARI KURIKULUM.

    YANG PERLU DIHAPUSKAN SELURUH WAKIL MENTERI,
    KARNA MENGHABISKAN DANA APBN SAJA PADAHAL KINERJANYA SEDIKIT & TIDAK BERDAMPAK LANGSUNG KEMASYARAKAT.

  6. Fe says:

    This is the most unsensible decision I ever read ! Anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Mereka cenderung dapat mencerna bahasa lebih cepat. Bukan masalah bangga dengan bahasa sendiri, by learning other language it will open opportunity for their future later! Since the world using English as the international language, why did Indonesia trying to erase that! You are not walking forward but you going backwards!

  7. safix says:

    negara mau persaing dengan negara diera global, penguasaan b.inggris sangat penting, kita – kita saj didareh terpencil sadar akan itu, knpa menteri kita malah berpikiran seperti itu,bahasa inggris tetap harus diajarkan di SD, gak ada hubungannya dengan haram atau membebani anak. kita harus berpikir kedepan, lihat negara – negar lain Di ASIA

  8. Hielmy permana says:

    Bhasa Indonesia paling utama, tapi bhasa inggrispun perlu diajarkn dri usia SD. Karena siswa mencari informsi,untk mnambah pengetahuan diera modern,sumbernya bnyak mnggunakan bhasa inggeris.Bgaimana bsa brsaing dg Negara lain?

  9. FAIZAL says:

    kalo memang Bahasa Inggris gak boleh diajarkan di sd alasannya karena biar bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar kenapa gak sekalian Bahasa Indonesia yang Go Internasional???????

  10. Puji Rahayu says:

    ya prihatin aj

  11. joe says:

    mohon bapak-bapak yang terhormat yang mengurusi pendidikan anak bangsa, mohon buka teori pengajaran Children Language Acquisition, kalo menurut logika pemikiran saya yang perlu diperbaiki adalah cara/metode pengajaran bahasa Inggris bukan menghapusnya,

  12. pakwilson says:

    pasti semua gara2 honorer k2 yg kebanyakan guru bahasa inggris sd,,,jd pemerintah mencari alasan agar supaya honorer tersebut di rumahkan..
    dasar memang pemerintah, ….koruptor yg merajalela saja dibiarkan terus…
    e ee malah….guru b ing pula disusahi.
    …nasib2…..kerja apa lagi aku nanti…….

  13. Sagyta says:

    bhs.inggris mmg sangat penting u/ dikuasai saat ini, tp bukan berarti harus diajarkan dr kls 1-3 SD…kembangkanlah dlu bhs.indonesiax dengan baik,kan kls 4 SD masih bs diajarkan

  14. bayu andesta says:

    Bahasa inggris di hapus dari kurikulum Sd, saya rasa harus di pertimbangkan lagi,,, logika saja, siswa yang belajar bahasa inggris sejak sekolah dasar kemampuan mereka juga sangat di luar harapan.. apalagi kalau mereka tidak belar sejak usia dini.. lupakan ERA GLOBALISASI jika keadaan nya seperti sekarang ini..

  15. AIYUDDIN says:

    MENGHAPUS PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SD ADALAH LANGKAH MUNDUR UNTUK PENDIDIKAN ANAK BANGSA, LEBIH BIJAK JIKA PELAJARAN BAHASA INGGRS MULAI DI AJARKAN PADA KELAS V DAN VI, SUPAYA ANAK2 TIDAK ASING TERHADAP BAHASA TERSEBUT…..

  16. viky says:

    pro dan kontra, mungkin bisa mulai diajarkan pada anak kelas 4-6 dan seterusnya…kalau kelas 1-3 itu biar dia berkembang dengan bahasa daerahnya sendiri-sendiri, walau bagaimanapun bahasa inggris itu sudah Universal. Maka baiknya mencoba untuk di perundingkan lagi pak…
    tq

  17. Bayou says:

    Kalo emang benar B.inggris di hapuskan Apa KEMENDIKBUD bisa menjamin bahwa siswa-siswi Indonesia lebih mahir B.indonesia ke timbang B.Inggris,,,???
    Gmna nanti nasib anak Indonesia lo B.inggris di hapuskan,,,,????
    Gmana bisa bersaing kalo B.inggris Z di hapuskan,,, ,,,,???

  18. syita Rais says:

    Kalau les bahasa asing sejak dini dibilang haram, bagaimana dengan dengan Belajar Al-Qur’an ? Bukankah itu di haruska !
    Bahasa itu adalah pengantar mendapatkan pengetahuan. Jadi gak setuju kalau diharamkan belajar bahasa inggris sejak dini.

  19. mami says:

    bahasa inggris di ganti bahasa kentongan saja pak. lEb> ini zaman kemajuan atau purbakala sich… bingung???

  20. rain says:

    hehehe,,,setuju banget dengan yg dibilang teman2 klo bhs. inggris harus diajarkan sejak dini,,,keberhasilan anak2 SD sudah luar biasa,mereka sdh bisa lolos dalam berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional dalam dunia pendidikan berkat bahasa inggris,,,ini menunjukkan bahwa anak2 sekecil itu sangat luar biasa dengan kemampuan berfikirnya dan bukan beban buat mereka.lomba IMSO (International Mathematics and Sains Olimpiade),OSN (Olimpiade Sains National),Sains KUARK,hingga mampu membuat robot sendiri adalah berkat ketekunan dari membaca dan belajar dari buku yg berbahasa indonesia maupun bahasa inggris.mereka mampu memahami bacaan bahasa inggris karena adanya penanaman konsep sejak dini.bagaimana jika mapel ini dihilangkan,mampukah mereka memahami bahasa internasional ini dengan baik nantinya,,,karena arti bahasa yang sesungguhnya adalah pembiasaan.pikirkan lagi dampaknya…mau dibawa kemana tunas bangsa ini?

  21. neneng says:

    pendidikan di indonesia akan mengalami kemunduran….!

  22. neneng says:

    namanya keputusan manusia maklum kalo banyak kekurangannya

  23. toto says:

    tah,,, saya mah org sunda,,, selain bhs indonesia, harusnya bahasa daerah juga dikembangkan,,,
    wahai para orang tua,,, barangsiapa yg mengajarkan bahasa daerah pda anaknya dari mulai kecil,,, niscaya si anak akan lebih berkarakter,,, karena si anak secara tidak langsung sdh d knalkan dgn budayanya,,, dan si anak akan lebih santun,,,,

    mangga cobian,,,,

  24. Qliq Nayu Sajo says:

    saya kira, ada yang prlu kita luruskan bersama,
    jika bahsa Inngris dianggap sebagai penghalang penguasaan berbahasa Indonesia yg baik, bapak2 yg terhormat jg harus bisa menyikapi jargon2 dan bahasa2 prokem yg saat ini menjamur melebihi cendawan di musim hujan,,
    dengan hitungan seperkian detik, virus itu merusak tatanan bahasa Indonesia yg sangat jelas terjadi di depan kita..
    “ciuuss mi yapah..”

    heuumm,,
    setidaknya, bahasa Inggris tak pernah memperkosa bahasa Indonesia secara gamblang begini..

    bagaimana kira-kira..??

  25. ning palupi says:

    Kacian….kacian….kacian….Inilah bangsaku.Ingin menang,bukannya dengan memperbaiki diri tapi malah sibuk ‘mengenyahkan’ pesaing. Penghapusan bahasa Inggris di kurikulum ini sebagai pernyataan kegagalan pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk memperkuat kemampuan bahasa Indonesi bukanlah dengan menghapuskan pembelajaran bahasa asing,tapi dengan introspeksi “what we have done” dan “improve”!.Tidak cukup alasan untuk menyalahkan bahasa inggris sebagai penghalang kemampuan bahasa Indonesia siswa.

    Faktanya adalah…sekolah gagal memenuhi harapan berbagai pihak terhadap kemampuan bahasa Indonesia siswa.Sehingga mencari kambing hitam untuk kegagalan itu.

    Get real! Perbaiki diri ! Jangan sibuk menyalahkan ini itu! Kasihan generasi penerus bangsa ini ketika harus bersaing di dunia globalisasi yang menuntut penguasaan bahasa Internasional dan IT tapi tidak terbiasa dengan kedua hal tersebut sejak kecil. Katrok bin ndesooooo ( kata Tukul )

    Jangan remehkan kemampuan anak anak dalam penguasaan berbagai bahasa bila diajarkan dengan sistem dan teknik yang benar! Mereka adalah makhluk makhluk yang mengagumkan bila mereka berada di tangan manusia yang tepat, bangsa yang tepat!

  26. sensei says:

    Belajar adalah Menciptakan Perubahan

    dan bahasa adalah sebuah alat / sarana dalam pembelajaran

    sebagai sebuah bahasa, maka bahasa inggris adalah mendukung pembelajaran

    dan belajar hukumnya wajib

    tuntutlah ilmu walau sampai ke negri cina

    dan semoga dalam belajar mendapatkan ilmu yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Marquee Powered By Know How Media.