Pascasarjana FKIP Unila Lakukan International Field Trip

Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila) laksanakanĀ  international field trip di dua negara, yakni Malaysia dan Singapura.

Dr. Sowiyah, M.Pd, selaku pendamping dan sekretaris Magister Manajemen Pendidikan FKIP Unila, Rabu (23/5) mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurikulum di Pascasarjana FKIP Unila yang dirancang dengan memadukan mata kuliah teoritis dengan mata kuliah praktek.

Hal ini bertujuan agar pendidikan menjadi ideal dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana secara keseluruhan mempraktekan keilmuan yang diperolehnya dalam kegiatan praktek dalam bentuk observasi langsung sebagai aplikasi ilmu terapan yang ditempuhnya.

Dr. Sumadi, M.Pd, Ketua Magister Manajemen Pendidikan FKIP Unila menambahkan, kegiatan ini selain studi banding, juga diisi dengan seminar international di Nilai University College Negeri Sembilan Malaysia. Sebagai pembicara Prof. Dr. Saiful Sagala, Dr. Sumadi, dan guru besar dari Nilai University College yang didukung oleh Junaidi selaku Manager Global Edu. Peserta seminar adalah mahasiswa Nilai University College, mahasiswa S2 MMP Unila dan mahasiswa S3 Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kesimpulan seminar adalah perlunya membangun pondasi yang kokoh yang berakar pada budaya bangsa guna mengahadapi persaingan global, identitas bangsa yang sarat makna dan nilai luhur harus menjiwai karakater bangsa yang di topang oleh manejemen pendidikan yang baik. Selain menyepakati menerima kunjungan balasan juga diisi dengan pemberiaan cinderamata oleh kedua belah pihak.

Usai seminar rombongan melanjutkan observasi ke sekolah kebangsaan (SK) Bukit Beruntung Selangor (sekolah setara SD), sekolah menengah kebangsaan bukit sentosa Rawang Selangor, dan diskusi terbatas tentang pendidikan dan tenaga kerja di KBRI Kuala Lumpur.

Di KBRI diterima Atase Pendidikan Prof. Rusdi, Ph.D, dan Atase Tenaga Kerja Agus Triyanto A.S. Mereka menyambut baik lawatan pendidikan. Ke depan forum-forum pendidikan seperti iniĀ  bisa di gelar di Indonesia khususnya Unila. Tidak hanya untuk silaturahmi bangsa serumpun, tetapi juga untuk memerkuat karakter kedua bangsa di era global.

Tinggalkan Balasan