Jurnal Online Bukan “Momok” Yang Harus Ditakuti

Peserta lokakarya kebijakan jurnal ilmiah online yang merupakan dosen dari prodi Penjaskes, Heru Sulistianta, M.OR. menyatakan, dengan adanya jurnal online ini akan lebih mudah mengapresiasi tulisan mahasiswa yang luar biasa bagus dan menekan tingkat plagiasi.”kalau sudah dipublikasikan di internet, orang lain tidak bisa mengaku-ngaku bahwa itu hasil karyanya”, tutur Heru.
“Dengan ketentuan Jurnal online ini mahasiswa akan siap untuk Go nasional dan Go Internasional” , kata Heru di Unila (20/4). Ia menjelaskan rencana tersebut mungkin awalnya akan menjadi “momok” atau sesuatu yang ditakuti oleh mahasiswa, tetapi hal itu justru akan menjadi dorongan untuk memperoleh tingkat kematangan kompetensi mahasiswa. Sehingga kualitas penulisan lebih baik dan melahirkan lulusan – lulusan yang kompeten. “Kami selaku dosen harus menyiapkan lulusan lulusan seperti itu”, tambah Heru.
Rencana tersebut memang menuai pro dan kontra di lingkungan akademisi. Namun, dia menyatakan akan menjadi salah seorang yang sangat setuju dengan kebijakan itu. “Mengenai rencana itu, saya sangat setuju, karena dipandang dari segi kualitas, jurnal lebih baik” ujarnya, karena FKIP khususnya menuju Go internasional dengan menganut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menekankan pada peningkatan kompetensi lulusan.
Keberadaan jurnal ilmiah tersebut tidak akan menyulitkan pihak mahasiswa dan perguruan tinggi. Seperti diketahui, kebijakan baru terkait syarat kelulusan bagi mahasiswa ini mulai berlaku Agustus 2012, karena itu harapannya secepatnya program ini disosialisasikan kepada mahasiswa dan menyiapkan segala bentuk tekhnisnya. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor 152/E/T/2012, yang diedarkan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS. Surat tersebut ditandatangani Dirjen Dikti Djoko Santoso. (Rep. Rindi)

Tinggalkan Balasan