Pendidikan Harus Jadi Core Business Pembangunan Bangsa

Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar yaitu mengejar ketertinggalan dalam teknologi dan seni, serta memperkuat jati diri bangsa. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) Bujang Rahman, saat memberi kata sambutan dalam pembukaan Gebyar Mahasiswa Pendidikan Eksakta Unila, di Aula A FKIP Unila, beberapa waktu lalu.

Kata kunci untuk dapat sejajar dengan bangsa lain menurut Bujang adalah menguasai teknologi dan informasi yang dapat dilakukan melalui bidang pendidikan. “Pendidikan harus menjadi core business dalam pembangunan bangsa,” kata dia.

Ia mencontohkan, Belanda merupakan negara pengekspor rempah-rempah namun mengalokasikan pendapatan negaranya untuk memajukan bidang pendidikan. Dengan demikian Belanda menjadi negara maju dengan mutu pendidikan berkualitas, dan memiliki banyak institusi pendidikan bertaraf internasional.

Jika Indonesia ingin maju, kata dia, harus mencontoh strategi Belanda. Menurutnya, pintar dan menguasai teknologi serta informasi saja tidak cukup. Masyarakat Indonesia harus memerkuat jati dirinya mengahadapi era globalisasi. Jati diri sebagai bangsa yang ramah dan santun harus tetap dijunjung tinggi terutama di negara yang sangat plural seperti Indonesia.

Lemahnya jati diri bangsa, lanjutnya, akan turut melemahkan seluruh sendi-sendi bangsa. Terjadinya degradasi penutur bahasa daerah di Indonesia merupakan salah satu bukti nyata lemahnya jati diri yang dialami masyarakat, termasuk para siswa.

Kegiatan lomba yang diadaakan himpunan mahasiswa eksakta Unila dinilai Bujang sebagai salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung.Kegiatan yang diikuti 1.260 peserta ini diselenggarakan dari tanggal 3-11 Maret, di lingkungan FKIP Unila.“Sebaiknya acara semacam ini juga dimanfaatkan sebagai wadah kebersamaan antarsiswa se-Lampung dalam memerkuat budaya lokal dan nasional,” imbuhnya.

Kegiatan ini merupakan program kerja himpunan mahasiswa eksakta yang dikemas menjadi beberapa cabang lomba bagi siswa SMP dan SMA se-Lampung. Untuk siswa SMP, lomba yang diadakan yaitu olimpiade ekskta matematika, biologi, fisika, dan kimia. Sementara untuk siswa SMA lomba yang digelar adalah lomba karya tulis ilmiah biologi, keterampilan laboratorium kimia, lomba pemanfaatan barang bekas, dan majalah dinding.

Dengan mengusung tema “Gali Potensi Raih Prestasi dan Bentuk Karakter Bangsa Melalui Generasi yang Cerdas dan Kompetitif diharapkan para peserta yang mengikuti lomba dapat menunjukkan potensi yang dimilikinya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

One thought on “Pendidikan Harus Jadi Core Business Pembangunan Bangsa

Leave a Reply